Sabtu, 31 Juli 2010
 
[ Senin, 17 Agustus 2009 ]
Membahas Pengalaman Gokil Rio Rinaldo dalam Bukan John Jangan Travolta
Belajar dari Kisah Kusut

Kadang-kadang menertawakan diri sendiri bisa jadi obat paling mujarab. Nggak ada salahnya mengabadikan kisah hidup yang unik dan konyol dalam bentuk tulisan. Misalnya, yang dilakukan Rio Rinaldo dalam buku ini.

---

Hahaha! Derai tawa terdengar riuh rendah di salah satu sudut Outdoor Café Kunang-Kunang. Keceriaan itu datang dari tawa lima bookaholic; Jessica Karli, Chris Elmanda, Ariana Ulfah, Henrico Sabastian, dan Sagita Melati.

Diskusi bookclub kali ini memang meriah, penuh dengan tawa, berkat novel gokil karya Rio Rinaldo, Bukan John Jangan Travolta: Kisah-Kisah Kusut Rio Rinaldo. "Gokil abis!" komentar Henrico Sabastian ketika ditanya bagaimana komentarnya setelah membaca novel itu. "Aku sampai ketawa-ketawa sendiri tiap kali membayangkan kekonyolan sang penulis dalam buku ini," imbuh Rico.

Empat bookaholic yang lain langsung mengangguk-angguk tanda setuju. Jessica malah mengaku nggak bisa berhenti ketawa ketika membaca bagian saat penulis harus menjawab soal ulangan yang menanyakan kapan Ibu Fatmawati menjahit bendera. "Masak si penulis menjawab berdasar analisis yang panjaaang banget. Tapi ngawur abis, hahaha," seru Jessica.

Novel yang dibahas kali ini memang menceritakan tentang pengalaman-pengalaman penulis -mulai masa kecil hingga dewasa- yang dituangkan dalam blog. Nggak jarang, pengalaman-pengalaman itu membuat pembaca tertawa saat membaca aksi jahil penulis. Judul unik yang terpampang besar di cover, Bukan John Jangan Travolta, juga menjadi daya tarik.

"Aku penasaran banget waktu baca judulnya. Habis nyangkut-nyangkut John Travolta, aktor terkenal itu, tapi kok dari sinopsisnya nggak ada yang nyebut-nyebut tentang John Travolta ya? Wah, pasti ini ada apa-apanya. Pasti ada yang nggak biasa nih," terka Chris Elmanda.

Tebakan Chris ternyata jitu. Judul unik tersebut nggak memiliki kaitan sama sekali dengan kisah hidup atau biografi John Travolta. Yang ada, ternyata, John Travolta adalah nama teman penulis yang berasal dari Minang yang sama sekali nggak punya kemiripan karakter wajah atau postur tubuh dengan aktor Hollywood tersebut.

Membaca novel itu memang fun. Penggunaan kata-kata dan gaya bahasa yang ringan bikin pembacanya bisa menikmati jalan cerita hingga akhir. Karena cerita yang diambil based on true story dari kehidupan sehari-hari, tak jarang pembaca merasa dekat dengan cerita-ceritanya.

Karena wajahnya yang oriental, Rio yang sebenarnya berasal dari Minang sering dikira keturunan Tionghoa. Pengalaman serupa pernah dialami oleh Sagita Melati. Ketika membaca bagian tersebut, Gita merasa jadi pemeran utama dalam novel itu karena mengalami sendiri pengalaman tersebut. "Bacanya jadi makin gereget. Kadang ikutan sebal, tapi pengin ketawa juga, he he he," ujar Gita.

Di balik pengalaman-pengalaman gokil penulis yang terkesan jahil, ternyata, ada juga pesan-pesan bijak yang bisa diambil dari novel itu. Yakni, tentang pengalaman penulis yang menyesal karena belum sempat menuruti permintaan sang kakek yang keburu meninggal terlebih dahulu. "Iya, aku jadi inget sama kakekku. Aku nggak mau kayak gitu. Menyesal di kemudian hari. Maka, mulai sekarang aku berusaha ngebahagiain ortu dan keluargaku mumpung masih bisa," ujar Ariana. (kiy/nor)