[ Rabu, 14 Juli 2010 ]
Iuran Ringan, Bebas Sakit
MAKIN sehat. Itulah pengakuan warga RW 7 Kelurahan Dukuh Kupang yang rutin senam. Ada warga yang merasa kesehatannya makin baik dan tidak mengalami sakit. ''Dulu kondisi saya tidak seperti ini karena terkena diabetes,'' ungkap Untung Sirat.
Penyakit degeneratif tersebut mulai terdeteksi di tubuh Untung pada 2005. Kala itu, dia juga overweight. Berat badannya mencapai 71 kilogram. Namun, kondisi tersebut dibiarkan. Dia tidak pernah olahraga. Alasannya klasik, yaitu sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. ''Awalnya, gula darah saya mencapai 250, tapi tidak menyadari bahwa itu termasuk diabetes,'' kata pria 56 tahun tersebut.
''Hingga akhirnya, gula darah saya mencapai 490. Saat itu, saya merasa badan pegal-pegal dan gatal-gatal,'' sambungnya.
Sejak itu, bapak empat anak tersebut berupaya badannya tidak drop lagi. Tentu saja, hal utama yang dijalankan adalah rutin olahraga. ''Senam kesehatan ini sangat berarti bagi kami,'' imbuh kakek tiga cucu itu.
Apalagi, lanjut dia, senam tersebut dijalankan secara rutin seminggu sekali. ''Selain senam, saya bulu tangkis,'' ujarnya. Agar kesehatan benar-benar terjaga, Untung menjaga pola makan, pola hidup, dan pola berpikir.
Manfaat senam juga dirasakan oleh Yayik K., peserta senam lainnya. Ibu yang aktif dalam kegiatan PKK itu nyaris tidak pernah absen gerak badan. Meski dia harus mengeluarkan dana Rp 2.000 setiap minggu. ''Yang penting, badan sehat. Kalau sakit, uang yang dikeluarkan lebih banyak,'' katanya lantas tersenyum. (may/c6/nda)