Kamis, 02 September 2010
 
  Nusantara
[ Minggu, 24 Agustus 2008 ]
Keinginan Terpendam Selama 8,5 Tahun Pacaran
Pasangan ''Gila'' Kereta Api Menikah di Atas Lokomotif yang Berjalan

''Kegilaan'' Soni Gumilang dan Ana Kristiningsih terhadap kereta api bisa disebut ''akut''. Tidak cukup hanya mengoleksi miniatur berbagai jenis kereta api, namun keduanya memilih mengakhiri masa lajang mereka dengan menikah di atas lokomotif yang sedang berjalan.

------

''Ini memang cita-cita kami setelah 8,5 tahun pacaran. Akhirnya, kami bisa juga menikah di atas loko yang sedang berjalan," papar Soni dengan wajah semringah. Pernikahan langka itu sempat mengagetkan petugas dan calon penumpang KA di Stasiun Lempuyangan dan Tugu.

Pernikahan unik itu juga mengejutkan pengendara yang berhenti di dekat perlintasan KA saat palang pintunya menutup. Mereka tidak mengira bahwa di atas lokomotif yang tengah melintas itu tengah berlangsung proses pernikahan.

Menurut Soni, mewujudkan keinginannya itu memang tidak mudah. Dia harus bolak-balik mengajukan izin dan mencoba merayu PT KAI.

Perjuangannya berhasil dan PT KAI mengizinkan dia menyewa lokomotif untuk proses pernikahan dengan rute Stasiun Tugu-Lempuyangan. ''Awalnya memang rumit," papar karyawan perusahaan periklanan di Jakarta itu.

Pada hari H, loko sewaan Depo Loko Jatinegara Jakarta itu pun dihiasi layaknya mobil pengantin. Lengkap dengan bunga warna-warni.

Sebelum berangkat dari Stasiun Tugu, pasangan pengantin itu menunggu di ruang pimpinan perjalanan kereta api (PPKA). Kehadiran mereka menarik perhatian calon penumpang lainnya.

Tepat pukul 12.50, Harsono, petugas Stasiun Tugu, meniup peluit dan mengangkat ''semboyan 1'' tanda loko siap berangkat. Junaidi yang didaulat menjadi masinis lantas membunyikan ''semboyan 35'' atau terompet lokomotif.

Loko pun berjalan dengan kecepatan minimal. Lambat laun, KLB (kereta luar biasa) tak bergerbong itu meninggalkan Stasiun Tugu melalui rel jalur 2. Tepuk tangan ratusan calon penumpang di stasiun itu mengiringi perjalanan loko tersebut.

Meski sudah merencanakan sejak jauh-jauh hari, saat prosesi di atas loko, pasangan itu sempat grogi juga. Sebab, prosesi tidak dilakukan di ruang masinis, melainkan di bagian depan loko. ''Paling ngeri saat melintas di atas Jembatan Kewek,'' kata pasangan tersebut kompak.

Keduanya sempat terkejut karena saat melintas di atas jembatan, masinis membunyikan klakson loko. ''Mereka memang sempat kaget saat klakson saya bunyikan," ungkap Junaidi, sang masinis.

Ketika KA berhenti di Stasiun Lempuyangan, Soni yang mengenakan setelan jas warna gelap langsung menggandeng istrinya yang bergaun satin warna putih panjang masuk ke ruang resepsi di Gedung Pertemuan Kompleks Diklat PT KAI. Kedatangan pasangan pengantin unik itu segera disambut lagi dengan tepuk tangan meriah ratusan tamu yang sudah menunggu di depan gedung. (yog/jpnn/ruk)