[ Selasa, 27 Mei 2008 ]
Dihajar Atasan, Polisi Nyaris Buta
BANDUNG - Polda Jabar kini tercoreng gara-gara peristiwa pemukulan yang dilakukan atasan terhadap bawahannya. Adalah Bripda R. Husni Cahyadi yang matanya nyaris buta setelah disiksa Ipda MS di Markas Satbrimob Polda Jabar, Cikeruh, Kabupaten Sumedang, Senin (12/5), pukul 00.15.
Peristiwa tragis itu berawal saat korban yang sedang bertugas di penjagaan ditelepon istrinya pada Minggu (11/5) sekitar pukul 20.00. Malam itu, dia bertugas bersama tiga orang. Di antaranya Bripda Aca dan Ipda MS.
Sang istri mengabarkan bahwa putri mereka, Anatasya Ariani Khairunissa, 3, panas tinggi dan kejang-kejang. Mendapat kabar tersebut, korban panik dan langsung menuju rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari pos penjagaan.
Setelah menemani anaknya, pukul 01.15 dia kembali ke pos penjagaan. Sial baginya, belum juga masuk ke pos, dia mendapat serangan berupa tamparan pipi kiri dan kanan serta pukulan ke arah mata kanan.
Saking kerasnya pukulan itu, korban langsung jatuh pingsan. Oleh rekan-rekan, korban digotong ke pos. Ada dugaan, Ipda MS marah dan tersinggung karena korban tidak melapor saat izin pulang ke rumah.
Keesokannya, Selasa (13/5), korban melaporkan Ipda MS ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jabar. Ipda MS dilaporkan dengan tuduhan bertindak sewenang-wenang terhadap bawahan dan menyalahi etika kepribadian dan kelembagaan yang tertuang dalam PP RI No 2/2002.
Setelah itu, korban ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk divisum dan dirawat. Karena luka matanya dikategorikan parah, korban harus menjalani rawat inap hingga Rabu (21/5). Dari hasil visum, korban mengalami pendarahan di mata.
Didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum STIH Darma Andiga, kemarin (26/5) korban melapor ke Ditreskrim Polda Jabar. Dia melaporkan atasannya, Ipda MS, dengan tudingan penganiayaan dan melanggar pasal 351 KUH Pidana.
Laporan tersebut tertuang dalam LP No STBL/139/V/2008/Biro Ops. ''Saya terpaksa melapor karena tidak ada iktikad baik dari Ipda MS terhadap kejadian yang saya alami,'' kata Husni kepada wartawan di Mapolda Jabar kemarin.
Menurut kuasa hukumnya, Iwan Herlinarto SH, terlapor yang menduduki posisi di bagian Provos Brimob diduga kerap berperilaku kasar terhadap bawahannya. ''Tapi, baru sekarang ada korban yang berani melapor,'' ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen (Pol) Drs Susno Duadji mengatakan, kasus tersebut jangan buru-buru disebut penganiayaan. Perlu diperdalam dari berbagai aspek seperti penyebabnya, suasana psikis atasan dan bawahan, bagaimana melakukannya, tujuan serta akibat tindakan itu. ''Brimob itu pasukan khusus yang bersenjata dan bergerak dalam ikatan satuan. Karena pasukan khusus, disiplin harus tinggi. Jadi, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan soal kasus ini. Kita ikuti saja sesuai prosedur yang ada,'' kata Susno ketika dihubungi wartawan kemarin. (aol/jpnn/ib)