Rabu, 10 Februari 2010
 
  Nusantara
[ Senin, 06 Oktober 2008 ]
Korban Pesta Miras Terancam Buta Total
INDRAMAYU - Sebagian besar korban minuman keras ''maut'' di Indramayu, Jawa Barat, mulai membaik. Meski demikian, mereka terancam mengalami kebutaan total.

Plh RSU PMAS dr Deden Bonni Koswara yang merawat sebagian korban menjelaskan bahwa mereka mengalami muntah-muntah, pusing, lambung terbakar, kejang-kejang, dan dehidrasi. Rata-rata pasien korban keracunan miras itu juga mengalami gangguan pandangan mata. ''Mata menjadi kabur, penglihatannya tidak jelas,'' sebutnya.

Hingga kemarin, di antara 250 orang yang dirujuk ke rumah sakit, tinggal 90 orang yang masih dirawat. Sisanya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya dinyatakan sehat.

Sebagaimana diberitakan, sepuluh orang tewas setelah pesta miras jenis Vodka Blending. Pesta itu dilakukan ratusan nelayan Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, setelah melaut. Pesta tersebut berlangsung pada malam takbiran menjelang Lebaran. Namun, korban mulai berjatuhan pada Jumat (3/10).

Kemarin (5/10) mereka yang lolos dari maut mulai diizinkan pulang. Beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Meski mulai sehat, mereka terancam mengalami kebutaan total. Minuman beracun tersebut diduga telah menyerang dan merusak jaringan optik pasien.

Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa miras yang diminum para korban itu mengandung zat yang berbahaya sehingga menekan susunan saraf di otak, terutama saraf penglihatan. Namun, mereka belum bisa memastikan jenis racun yang menyebabkan kematian itu. Sebab, sampel miras tersebut masih diperiksa di laboratorium. ''Kami juga masih menunggu hasil uji toxin Labfor Polisi terkait isi kandungan miras itu,'' jelas pihak rumah sakit. (kho/jpnn/ruk)