JAKARTA - DPR kembali melakukan langkah melindungi diri dari transparansi. Mereka memutuskan untuk membatalkan rencana mengumumkan anggota dewan yang sering bolos dari tugas kedewanan.
Pembatalan pengumuman wakil rakyat tukang mangkir itu diveto dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dan fraksi kemarin (13/1). Padahal, publik meminta DPR mengumumkan secara terbuka wakil rakyat yang jarang sidang. Sebagian besar sidang akhir-akhir ini tak pernah kuorum. Rapat paripurna dengan kapsitas 550 anggota dewan pernah hanya dihadiri 60-an anggota DPR.
Pimpinan DPR pernah berencana untuk mengumumkan anggota DPR yang bolos. Namun, rencana itu mental dalam rapat konsultasi pimpinan dewan. Rapat tertutup yang dipimpin langsung Ketua DPR Agung Laksono tersebut menyepakati, para tukang bolos itu cukup diproses di fraksi masing-masing. "Karena memang tidak ada ketentuan yang mengatur lebih dari itu," dalih Agung setelah rapat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Dia mengaku tidak bisa memaksakan diri untuk tetap mengumumkan daftar absensi para anggota DPR sesuai harapan publik. "Kan, tidak bisa dilanggar tatib yang ada sekarang," tambah Agung.(dyn)