[ Sabtu, 21 Maret 2009 ]
Mahasiswa Kedokteran Otaki Pembunuhan
Penculikan Serta Pembunuhan Pasutri
Pengusaha Terungkap
DENPASAR - Misteri penculikan dan pembunuhan pasangan pengusaha suami-istri asal Badung, Bali, Kamis pekan lalu, mulai terkuak. Polisi berhasil menangkap tersangka pembunuhan itu kemarin. Dia adalah Paulus, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar.
Selain menangkap mahasiswa berusia 18 tahun tersebut, polisi menangkap ayah dan pamannya, Bambang Sugiarto dan Nyoman Suriantana alias Macun. Dari pemeriksaan sementara, Paulus-lah yang mengotaki penculikan dan pembunuhan tersebut.
Pasutri Yosep Indrawan-Maria Meiwati hilang sejak keluar rumah terakhir Rabu, 12 Maret, malam. Keesokan harinya, anak bungsu pasutri itu ditemukan telantar di Pantai Kuta.
Beberapa hari kemudian, mayat pasutri tersebut ditemukan di sebuah jurang di Pegayaman, Buleleng. Sedangkan mobil merah yang mereka kendarai saat keluar rumah itu masih misterius.
Mobil Suzuki Siwft tersebut akhirnya ditemukan juga kemarin di depan sebuah warung di dekat pertokoan Kuta Indah Permai, By Pass Ngurah Rai. Dari penyelidikan, polisi juga menyita mobil Kijang yang diduga digunakan untuk membuang mayat korban.
Penangkapan tersangka berawal dari kesaksian seseorang yang menyebut sempat melihat korban di Clipan Finance-Panin Group di bilangan Jalan Diponegoro, tepatnya di pertokoan Genteng Biru. Dari kamera CCTV di pertokoan tersebut, terlihat korban bersama seseorang. ''Dari kamera itu diketahui, ternyata lelaki tersebut adalah tersangka Bambang yang dikenal sebagai makelar jual beli mobil dan bebotoh tajen (bandar adu ayam),'' kata sebuah sumber.
Meski sudah mengetahui identitasnya, polisi kesulitan melacaknya. Sebab, Bambang ternyata memiliki lima rumah. Dia akhirnya diciduk di rumahnya di Puri Carangsari, sekitar pukul 09.00.
Saat itu Bambang bersama sang istri, Luh Suparti. Petugas memancing keluar dengan cara menyaru sebagai pembeli mobil.
Setelah ditangkap, Bambang sempat berkilah. Namun, akhirnya dia mengakui perbuatannya. Dan dia menyebut-nyebut nama anaknya, Paulus, sebagai otak pembunuhan itu. "Dia (Bambang, Red) ngakunya cuma ikut-ikutan, dia sebut anaknya yang menusuk korban Yosep," jelasnya.
Dari keterangan Bambang, polisi pun memburu Paulus dan berhasil meringkusnya sekitar pukul 14.00. Saat itu, dia sedang memperbaiki mobilnya di sebuah bengkel di bilangan Kereneng, Denpasar.
Dua jam kemudian, Macun diringkus petugas di bilangan Jalan Gatot Subroto. Dari hasil pemeriksaan sementara, Paulus berniat membunuh korban karena naksir mobilnya.(gup/jpnn/ruk)