Jum'at, 03 September 2010
 
  Nusantara
[ Minggu, 19 April 2009 ]
Kapolsekta Padang Utara Tewas di Kamar Mandi
Diduga Bunuh Diri dengan Pistol Organik setelah Ngobrol dengan Istri

PADANG - Kapolsekta Padang Utara AKP Asril Radjam ditemukan tewas bersimbah darah di rumah pribadinya, Kompleks Jondul IV No QQ/6, Parupuk Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat, sekitar pukul 23.30 Jumat lalu (17/4). Kematiannya masih menyimpan misteri. Sampai jenazahnya dimakamkan pukul 13.00 kemarin (18/4), belum diketahui pasti penyebab kematian Kapolsek senior tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan lubang di bagian belakang kepalanya. Lubang tersebut seperti bekas tembakan peluru. Berkembang dugaan, polisi itu bunuh diri dengan menembakkan senjata apinya dari mulut.

Kematian Asril mengejutkan. Sebab, beberapa jam sebelumnya, dia masih sempat memantau penghitungan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Padang Utara. Setelah menjalankan tugas, Asril masih sempat bertemu anak dan istrinya di rumah.

Dia malah sempat berdialog dengan sang istri di lantai dua rumahnya. Tidak jelas isi pembicaraan pasangan suami-istri tersebut. ''Istrinya masih shock dan belum bisa dimintai keterangan,'' ungkap sebuah sumber di kepolisian.

Hanya, sumber itu mengatakan bahwa setelah perbincangan tersebut, Asril masuk ke kamar mandi di lantai dua. Beberapa menit kemudian, terdengar suara letusan dari kamar mandi.

Kapoltabes Padang Kombes Pol Boy Rafli Amar enggan berkomentar terkait dengan kematian anak buahnya itu. Dia hanya menjelaskan bahwa keluarga korban, terutama istrinya, masih belum bisa diajak bicara. ''Mungkin dalam waktu dua atau tiga hari ini baru bisa kami periksa,'' ujarnya.

Di jajaran Poltabes Padang, Asril dikenal sebagai polisi yang berjiwa kebapakan. Apalagi, dia tergolong polisi paling senior.

Prestasinya juga tergolong bagus. Sejumlah tugas besar dalam menumpas tindak kriminal dapat diselesaikan. Siang sebelum dia ditemukan tewas, Polsekta Padang Utara baru saja berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Dia bahkan memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus tersebut. Saat itu, tidak ada tanda-tanda atau firasat bahwa dia akan meninggal dengan cara tragis. Juga tidak terlihat kalau dia sedang memendang masalah. (i/jpnn/ruk)