Kamis, 02 September 2010
 
  Berita Utama
[ Kamis, 03 September 2009 ]
Gempa Juga Guncang Bogor, Dua Tewas
Pasien Ibu Hamil dan Anak-Anak Semburat di RSIA Hermina

BOGOR - Gempa di Kabupaten Tasikmalaya juga dirasakan warga Kabupaten Bogor. Bahkan, guncangan terasa hebat di sebelah selatan Kabupaten Bogor. Di antaranya di Kecamatan Megamendung, Cisarua, dan Caringin. Akibat guncangan tersebut, dua orang tewas, seorang luka ringan (patah tulang), dua rumah roboh, serta 332 rumah di tiga kecamatan itu rusak.

Korban tewas bernama Yati, 45, dan Soma, 60, warga Kampung Babakan, Desa Cimande, Kecamatan Caringin. Yati tewas karena terluka parah tertimpa pagar bangunan majelis taklim yang tak jauh dari rumahnya.

Saat itu, dia hendak menuju rumah sesaat setelah gempa mengguncang. Namun, tembok setinggi lebih dari dua meter tersebut terguncang dan roboh menimpa Yati.

Sementara itu, Soma meninggal karena shock setelah melihat kekisruhan warga saat gempa terjadi. ''Karena wilayah kami sangat luas, sampai saat ini kami masih menyisir,'' jelas Camat Caringin Edi Mulyadi.

Gempa juga dirasakan di Kota Bogor. Para penghuni gedung-gedung di sana, terutama yang bertingkat, berhamburan keluar menyelamatkan diri. Begitu juga yang terjadi di RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Hermina.

Pasien di RSIA, yang kebanyakan anak-anak dan ibu hamil, berhamburan ketika merasakan getaran yang cukup hebat, mulai di lantai 2 hingga lantai 5. Ratusan pasien maupun pembesuk berebut keluar gedung rumah sakit. Mereka takut gempa merobohkan bangunan yang cukup tinggi itu.

Mereka berebut ingin keluar terlebih dahulu melalui tangga. Sebab, lift yang biasa dijadikan alat transportasi di RSIA mati. Apalagi, RSIA Hermina memiliki gedung lebih dari satu lantai dan cukup ramai dikunjungi masyarakat. Lantai 2 merupakan ruang operasi dan perawatan ibu, lantai 3 ruang anak, lantai 4 ruang umum, serta lantai 5 ruangan dapur dan kantor.

Suasana bertambah kalut. Ratusan pasien anak dengan infus di tangan keluar menyelamatkan diri dibantu para suster dan orang tua. Kepanikan itu membuat anak-anak menangis histeris karena merasa kaget dengan kejadian tersebut. Apalagi, kondisi mereka dalam keadaan sakit sehingga mental mereka pun drop. Begitu juga, para ibu hamil dan pasien yang sedang dirawat langsung dievakuasi oleh suster RSIA Hermina ke lokasi yang lebih aman.

Setelah keluar, puluhan pasien anak lantas ditenangkan suster dan orang tua me­reka. Mereka berkumpul di halaman parkir rumah sakit.

Kepanikan juga dirasakan Rohil yang kala itu sedang menunggui anaknya di lantai 2 RSIA Hermina. Ketika merasakan getaran yang cukup keras, dia dan beberapa orang tua pasien anak lainnya berteriak panik. ''Kirain dari atas ada yang pukul-pukul tembok, tahunya ada gempa. Kami panik dan menyelamatkan anak masing-masing,'' kata Rohil yang masih menciumi anaknya di halaman parkir kemarin. (dei/jpnn/kum)