Sabtu, 31 Juli 2010
 
  Berita Utama
[ Jum'at, 25 September 2009 ]
Saudi Siapkan Monorel Rp 16 T
KERAJAAN Arab Saudi terus berupaya memper­baiki fasilitas dan sarana transportasi bagi jamaah haji. Selain megaproyek merenovasi Masjidilharam dan wilayah penyangganya, Saudi mematangkan proyek monorel senilai 6,5 miliar riyal atau sekitar Rp 16,2 triliun. Monorel itu akan menghubungkan Makkah dengan tempat-tempat suci di Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

''Ketersediaan fasilitas itu dipastikan siap digunakan jamaah haji mulai tahun depan. Indonesia sebagai pemilik kuota jamaah terbesar selalu diberi update informasi terkait itu,'' tegas Setdirjen Haji Abdul Ghafur Djawahir di Jakarta pekan lalu.

Pengerjaan proyek itu, kata dia, dimulai pada bulan Muharram tahun ini alias setelah musim haji berakhir. Pemerintah Saudi berjanji bahwa 35 persen dari kapasitasnya bisa diperasikan pada musim haji 1431. Pemimpin tertinggi Arab Saudi, Raja Abdullah, telah menyetujui proyek miliaran riyal tersebut untuk memudahkan transportasi jutaan jamaah haji menuju tempat-tempat suci.

Proyek itu dilaksanakan perusahaan konsorsium yang dipimpin Perusahaan Kereta Api asal Tiongkok. ''Laporan yang kami terima, fasilitas itu akan beroperasi dengan kapasitas penuh selama musim haji 2011. Jadi, nanti kita tidak perlu menyediakan bus secara kolektif lagi,'' terangnya.

Proyek monorel juga akan mendukung sekitar 53 ribu bus dan kendaraan lain yang digunakan para jamaah yang datang berhaji lewat darat. Sebagian besar dari mereka adalah jamaah dari dalam Arab Saudi dan negara-negara Teluk. Monorel akan melintasi tiga stasiun di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Stasiun terakhir di Mina akan berada di lantai keempat jembatan jamarat.

Monorel itu akan membantu mengangkut sedikitnya 500 ribu jamaah dalam waktu enam sampai delapan jam. Monorel Makkah ini akan dibangun setinggi 8-9 meter di atas tanah untuk menjamin kelancaran arus pejalan kaki dan kendaraan. ''Monorel dibedakan kecepatan serta kedekatan dengan para pejalan kaki. Topografi lahan juga telah dipertimbangkan ketika merancang proyek, sehingga tidak akan memengaruhi tenda Mina.'' kata laporan itu.

Proyek ini dirancang untuk mengangkut lima juta jamaah ke sejumlah titik di tanah suci. Hal itu un­tuk mempermudah akses cepat bagi calon jamaah haji yang akan beribadah. Monorel pertama mulai Mina akan mengangkut hampir satu juta ja­maah, termasuk asal Arab Saudi 360 ribu jamaah.

Secara terpisah, Komite Tertinggi Haji Kerajaan Arab Saudi menyatakan pembangunan jamarat (tem­pat melontarkan jumrah) sudah selesai dan siap digunakan pada musim haji tahun ini. Renovasi bangunan empat lantai ini menghabiskan dana 4,2 miliar riyal atau sekitar Rp 10,5 triliun. (zul/iro)