Sabtu, 31 Juli 2010
 
[ Minggu, 07 Februari 2010 ]
Golkar Rekomendasikan Adies Kadir untuk Maju Pilwali
DPP Rekomendasikan Gandeng Demokrat

SURABAYA - Partai Golkar merupakan partai kedua yang telah mengeluarkan rekomendasi resmi untuk pemilihan wali kota Surabaya setelah Partai Demokrat. Kemarin (6/2), partai yang dipimpin Aburizal Bakrie itu memutuskan memberikan rekomendasi kepada Adies Kadir.

Kepastian turunnya rekomendasi partai berlambang pohon beringin tersebut disampaikan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham. ''Sudah, sudah turun (rekomendasi, Red). Sudah kami berikan ke DPD Golkar Jatim untuk segera disosialisasikan,'' katanya saat dihubungi melalui telepon kemarin. Rekomendasi tersebut ditandatangani Ical, sapaan Aburizal Bakrie, Jumat (5/2) pukul 20.00.

Menurut Idrus, rekomendasi itu berdasar pada survei Lembaga Survei Indonesia (LSI). Rekomendasi pertama memang belum menyebut nama tertentu. Namun, dalam survei tersebut, Adies menempati posisi tertinggi bila dibanding kader Golkar lainnya. Hasil survei juga merekomendasikan agar dalam Pilwali 2010 Golkar berkoalisi dengan partai besar.

''Jadi, kami konsisten pada hasil survei. Karena itu, kami merekomendasikan Adies Kadir,'' terang politikus yang juga ketua Pansus Bank Century di DPR tersebut.

Idrus juga menyatakan bahwa realitas politik di Surabaya tak memungkinkan Golkar mengusung cawali. Peluangnya terlalu berat untuk bisa jadi wali kota. ''Karena itu, kami meminta yang di daerah untuk segera menjalin koalisi dengan Partai Demokrat. Sebab, Partai Demokrat adalah partai pemenang pemilihan umum legislatif di Surabaya,'' jelasnya.

Poin kedua dalam rekomendasi tersebut memang jelas-jelas menyebutkan, kalau bisa, mereka berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Ketua DPD Golkar Jatim Martono juga membenarkan turunnya rekomendasi tersebut. ''Saya sudah dihubungi DPP. Tapi, rekomendasi tersebut masih dibawa sekretaris. Saya belum bertemu,'' ungkapnya. Dia menegaskan secepatnya akan menyosialisasikan hal tersebut ke tingkat bawah.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Adies Kadir juga telah mendengar informasi turunnya rekomendasi DPP untuk dirinya tersebut. ''Saya baru dengar-dengar saja dan saya mengucap syukur atas rekomendasi tersebut. Tapi, kepastiannya mungkin Selasa (9/2),'' urainya.

Selasa mendatang itu, dia mendapat perintah untuk menghadap DPD Partai Golkar Jatim terkait rekomendasi tersebut.

Dengan turunnya rekomendasi Partai Golkar tersebut, peta koalisi pun semakin terang benderang. Pembicaraan intens antara Arif Afandi, calon yang sudah mendapat rekomendasi dari Partai Demokrat, dengan Adies pun sudah sering dilakukan. Meski Arif belum mau mengungkapkan, deklarasi pasangan Arief-Adies, tampaknya, tinggal menunggu waktu.

Arif tertawa ketika dikonfirmasi soal Adies. ''Dia memang salah seorang calon kuat. Tapi, semua masih belum fixed,'' ujarnya.

Pesaing berat Arif-Adies tersebut, tampaknya, akan datang dari PDIP, bila jadi mengusung Risma-Bambang. Selain Risma-Bambang dan Arif-Adies, masih ada dua nama. Yakni, Sutadi dan Fandi Utomo. Sutadi mengklaim mendapat dukungan dari koalisi dua parpol, yakni PKB-Gerindra.

Sementara itu, meski belum mengungkapkan secara resmi, tampaknya, Fandi Utomo tetap akan melangkah maju, meski kalah oleh Arif dalam memperebutkan rekomendasi DPP. Meski kalah, Fandi dikenal sangat kuat di kalangan massa akar rumput Partai Demokrat. Tiap acaranya saja dihadiri hampir semua PAC Demokrat di Surabaya.

Selain itu, Fandi sudah mempunyai modal dukungan dari PPP dan PKNU. Meski masih minim, dia juga mendapat dukungan dari sejumlah fungsionaris PAN. Bila berhasil mendapatkan dukungan dari PAN, langkah Fandi semakin ringan.

Yang menjadi tarik ulur adalah PKS dengan calonnya Yulyani. Politikus berjilbab tersebut terang-terangan dilamar Sutadi. Sangat mungkin Fandi juga akan meliriknya. Untuk mendapatkan syarat minimal dukungan parpol, mau tak mau Fandi pun harus mendekati Yulyani.

Selain Fandi, masih ada nama Dhimam Abror, Yusuf Husni, dan Emy Susanti Hendrarso. Dengan perkembangan politik yang ada, bukan tak mungkin dalam pekan depan semua peta pasangan sudah bisa terlihat jelas. (ano/tom)

 


HALAMAN KEMARIN