Rabu, 10 Februari 2010
 
[ Rabu, 03 September 2008 ]
Stok Darah PMI Mulai Menipis
Jemput Bola Buka Layanan di Mal

SURABAYA - Seperti prediksi sebelumnya, jumlah pendonor darah pada Ramadan menurun drastis. Pantauan Jawa Pos di PMI Cabang Surabaya kemarin (2/9), bed yang dijajar untuk aktivitas donor darah lengang. Hanya sesekali seorang pendonor menyumbangkan darah.

Penurunan jumlah pendonor itu diakui oleh PMI. Biasanya, jumlah darah yang terkumpul dalam sehari bisa mencapai 400 kantong. "Paling terasa nanti pada minggu kedua Ramadan. Penurunannya bisa mencapai 150 kantong," kata Kepala Seksi Humas dan Rekrutmen PMI Cabang Surabaya Agung Trijuanto.

Dia berharap penurunan jumlah sediaan darah di bulan puasa kali ini tak mencapai 40 persen seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, sejak Senin (1/9) PMI berupaya jemput bola dengan membuat posko donor darah di pusat perbelanjaan. Yakni, di Tunjungan Plaza, ITC Mega Grosir, BG Junction, Royal Plaza, dan Maspion Square. "Jadi, ketika jalan-jalan atau ngabuburit di mal, warga bisa beramal dengan mendonorkan darah," ucap Agung. "Cara itu cukup efektif untuk mengurangi penurunan sediaan darah," imbuhnya.

Selain membuka posko donor darah di pusat perbelanjaan, PMI menambah jadwal pelayanan. Tak hanya pagi hingga sore, tapi bisa juga donor darah saat malam. Layanan itu ditujukan untuk pendonor muslim yang mau mendonorkan darah ketika bulan puasa. "Jika takut tak kuat donor darah pada siang hari, bisa malam hari setelah berbuka puasa atau salat Tarawih," ujarnya.

Berdasar data PMI Cabang Surabaya, kemarin terdapat 796 kantong whole blood (darah utuh), trombosit 133 kantong, dan 1.890 kantong darah komponen. Yang paling sedikit adalah stok darah golongan AB. Dia mencontohkan, jika ada seratus kantong darah, hampir bisa dipastikan bahwa yang bergolongan AB hanya lima kantong. Yang terbanyak adalah golongan darah O, yakni 50 kantong. Sedangkan golongan darah B dan A, masing-masing 30 dan 15 kantong. "Minimnya sediaan darah bergolongan AB disebabkan jumlah pendonornya juga sedikit," jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, ungkap Agung, PMI terus mengontak para pendonor bergolongan AB agar bersedia mendonorkan darah. Selain itu, PMI mencari pendonor baru ketika diadakan pemeriksaan golongan darah di sekolah-sekolah atau bakti sosial donor darah. (ai/fat)