[ Selasa, 07 September 2010 ]
Sampai Jumpa di Festival Ramadan 2011
Jadi Runner-Up Sudah Anugerah
SURABAYA - Menjadi runner-up lomba nasyid Festival Ramadan Jawa Pos 2010 tak membuat grup Asy Syifa kecewa. Mereka justru bersyukur bisa meraih tempat kedua tersebut. Capaian mereka pada grand final lalu dianggap sebagai sebuah anugerah. Sebab, festival itu merupakan ajang pertama mereka di bidang seni nasyid.
Hasan, anggota grup Asy Syifa, menjelaskan, grup mereka baru terbentuk saat even Festival Ramadan mulai disosialisasikan. Maka, target mereka tak muluk-muluk. Namun, mereka ternyata malah bisa menjadi juara kawasan timur dan menjadi runner-up saat grand final Sabtu lalu (4/9).
Asy Syifa beranggota lima orang. Yakni Rendy Wira Juniarta, 19, M. Choirul Rizal, 19, Syahiful Sulung, 19, Isa Ardianto, 28, dan M. Allan, 28. Rendy, Rizal, dan Syahiful masih berstatus mahasiswa. Sedangkan Isa dan Allan bekerja sebagai pegawai.
Menurut Hasan, grup Nurul Qolbi memang layak menjadi jawara. "Overtone-nya bagus," ujar Hasan. Grup Asy Syifa sebenarnya juga mencoba berlatih overtone. Namun, karena semua personelnya sibuk, latihan tidak bisa maksimal. Mereka pun harus mengakui keunggulan para remaja Nurul Qolbi itu.
Ke depan, Asy Syifa menegaskan siap berlomba lagi. "Kami sudah punya gambaran bagaimana nasyid itu dan kriteria penilaiannya," ungkap Hasan. Tahun depan mereka berencana berpartisipasi lagi dalam ajang Festival Ramadan Jawa Pos. Hasan menjamin, akan ada perubahan yang membuat penampilan mereka makin maksimal.
Senada dengan Asy Syifa, grup nasyid Revha Voice menyatakan bersyukur atas raihan mereka. Meski terkejut tidak menjadi jawara, mereka tak kecewa menjadi juara ketiga dalam even tersebut. Mereka bangga bisa mewakili wilayah utara untuk bertarung memperebutkan trofi jawara nasyid Festival Ramadan Jawa Pos 2010.
Revha Voice beranggota tujuh pria dengan profesi berbeda-beda. Trisnanto, 30, suara 1; Muhammad Muchidin, 25, suara 2; serta Nur Hasan, 27, vokal bas; berprofesi sebagai guru. Mahmud Amir, 25, suara 3; Syaiful Anwar, 24, suara drum; serta Muhammad Yahya, 20, suara perkusi; saat ini masih nyantri di salah satu pesantren di kawasan Kedinding. Sedangkan Muhammad Ismail, 28, suara bas, merupakan staf pemasaran sebuah perusahaan swasta di Surabaya.
Nur Hasan mengungkapkan, Nurul Qolbi memang layak jadi juara. "Waktu pemecahan suara, tampilan kami nggak sebagus mereka," terangnya. Terlebih, Nurul Qolbi memiliki personel wanita yang punya suara lebih tinggi. Hal itu, menurut Hasan, menjadi keunggulan tersendiri bagi Nurul Qolbi di antara peserta lain. Selain itu, menurut Hasan, harmonisasi Revha Voice sendiri kurang meyakinkan.
Meski begitu, mereka mengungkapkan tak akan berhenti bernasyid. Kini Revha Voice mendapatkan banyak tawaran untuk tampil bernasyid di berbagai tempat. Mereka pun menyatakan akan kembali berpartisipasi pada even Festival Ramadan Jawa Pos tahun depan. (byu/c9/mik)