[ Kamis, 02 September 2010 ]
Doa Melalui Situs Jejaring Sosial
SAAT ini teknologi informasi sudah sangat mewabah. Banyak situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya. Terkadang tidak sedikit pengguna mengunggah doa dan harapan kepada Tuhan. Yang ingin saya tanyakan:
- Apakah doa melalui teknologi informasi seperti melalui situs jejaring sosial itu juga didengar atau dikabulkan?
- Saat ini juga banyak aplikasi di HP berisi ayat-ayat Alquran. Apakah membaca ayat-ayat pada aplikasi di HP itu sama pahalanya dengan kita membaca Alquran? Juga apa hukumnya ketika kita membawa HP yang berisi ayat-ayat suci itu saat di kamar kecil? Mohon penjelasan pengasuh. Terima kasih
NUR FADILAH, Suci, Gresik
---
Jawaban Dr H Zainuddin MZ. Lc MA
Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk memohon kepada-Nya, dan Dia pula yang menjanjikan untuk mengijabahinya. Permasalahan kapan doa itu menjadi kenyataan merupakan rahasia Ilahi. Itulah sebabnya, salah satu etika berdoa adalah dengan harap-harap cemas namun penuh keyakinan.
Adapun berdoa menggunakan berbagai teknologi itu bukan urusan Rasul. Dahulu kita tidak mempunyai teknologi mikrofon, sekarang kita menikmati. Nah, sekiranya media itu menambah kekhusyukan, kenapa tidak diperbolehkan? Dahulu kita belum memiliki jaringan telepon. Ketika sistem itu ditemukan, apakah kita tidak boleh mendoakan teman dengan media tersebut? Seperti itulah sekiranya ada yang meng-upload doa dan harapan kepada Allah lewat media apa pun, termasuk Facebook dan sebagainya. Semoga ungkapan doa itu juga dikabulkan oleh Allah
Memang benar saat ini banyak layanan atau aplikasi di HP berisi ayat-ayat Alquran. Bahkan, Alquran sudah di-copy dalam berbagai CD, DVD maupun hardisk. Jangankan membaca Alquran lewat media cetak atau elektronik seperti itu, membaca Alquran dari hafalan saja, insya Allah diganjar oleh Allah SWT. Masalah besaran pahalanya apa sama, itu bukan disebabkan penggunaan medianya, melainkan bergantung pada sisi kesempurnaan cara membacanya maupun keikhlasannya. Dalam hadis, orang baru belajar membaca Alquran sehingga bacaannya tersendat-sendat (lantaran upaya mengeja dan sebagainya) justru diganjar dua kali lipat daripada orang yang membacanya secara lancar.
Tentu akan lebih besar pahala yang dijanjikan Allah sekiranya dengan merenungkan pemaknaannya, kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita tidak disindir lagi oleh Alquran, "Bagaikan keledai yang membawa kitab". Masalah membawa HP yang berisi ayat ke kamar kecil tentu tidak boleh. Ini sama dengan kita membawa lembaran kertas yang berisi kalimah thayyibah. Dahulu, ketika cincin Rasulullah SAW berukir kalimah thayyibah, beliau lepas terlebih dahulu sebelum memasuki kamar kecil. Semoga kita dapat meneladaninya. Terkecuali, kalau HP dimatikan terlebih dahulu. Wallahu a'lam. (lum/c2/hud)