Rabu, 10 Februari 2010
 

[ Minggu, 08 Maret 2009 ]
Ngomongin Anak hingga Pembantu
Kalau para ibu sedang berkumpul, suasana ramai bisa dipastikan langsung muncul. Ada saja yang mereka bahas dan komentari. Biasanya seputar masalah keluarga. Misalnya tentang perkembangan anak atau kegiatan mereka di sekolah. Apalagi kalau di antara anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama. Padatnya kegiatan serta jadwal ujian menjadi topik utama perbincangan mereka.

"Selain anak, pasti juga ada pembantu atau babysitter," kata Emil. Sebab, pembantu dan babysitter bersentuhan langsung dengan anak-anak selama ibu mereka bekerja seharian di kantor.

Pernyataan tersebut langsung diamini keempat rekannya yang lain. "Masalah pembantu itu sudah pasti dibahas. Macam-macam lah pokoknya. Soalnya, mereka yang ngurusin anak kami," imbuh Henny.

Lima perempuan tersebut memang mau tidak mau memercayakan anak-anaknya ke tangan orang lain. Kesibukan mereka di kantor yang jadi penyebabnya. "Kami sih inginnya di rumah. Tapi, bagaimana lagi. Keadaannya tidak memungkinkan," ujar Sitta.

Untuk menebus "rasa bersalah", mereka terus memantau perkembangan anak setiap saat. "Paling tidak, sehari saya telepon tiga kali. Anak saya masih kecil," terang Henny.

Berbeda halnya dengan Sitta. Dia sengaja tidak punya pembantu di rumah karena merasa masih bisa mengerjakan semuanya. Hanya, anaknya yang paling kecil dan berusia dua tahun dititipkan kepada salah seorang teman baiknya. "Saya percaya banget sama dia. Soalnya, dia terkenal sayang sama anak-anak," kata ibu dua anak, istri Otniel Setya Andry Meiwanto itu.

Sedangkan Emil merasa tidak cukup memercayakan ketiga anaknya kepada tiga pembantu di rumah. Dia merasa harus ada orang lain yang ikut mengawasi. Karena itu, dia memboyong sang ayah untuk tinggal bersamanya. "Paling tidak, saya merasa aman kalau ada orang tua," tutur istri Muharronif tersebut. "Kalau saya minta bantuan mama mertua. Tapi, tidak setiap hari sih," ucap Enggar.

Selama ini, mereka menyatakan tidak pernah bermasalah dengan asisten di rumah. Kecuali Enggar. Pembantunya selama ini tidak pernah bermasalah. Tapi, beberapa waktu lalu, seorang pembantunya ketahuan mencuri. Ibu dua anak itu pun bingung mencari cara memberhentikannya. "Akhirnya, saya tanya teman-teman," ungkapnya. Berbekal resep dari banyak teman itulah, dia sukses mengeluarkan pembantu yang bermasalah tersebut. (any/dos)