Selasa, 09 Februari 2010
 

[ Minggu, 30 Agustus 2009 ]
Full Day School atau Regular School
DUNIA pendidikan terus berkembang. Sekolah-sekolah pun makin banyak bermunculan. Ada yang menerapkan sistem full day; banyak juga yang masih mengaplikasikan sistem reguler. Menurut psikolog Setyaningsih SPsi MSi, memilih sekolah yang tepat disesuaikan dengan potensi buah hati. "Karena itu, orang tua harus paham betul dengan potensi yang dimiliki buah hatinya," ujar dosen Jurusan Psikologi Universitas Trunojoyo tersebut.

Pilihan sekolah full day atau reguler, lanjut psikolog 40 tahun itu, juga bergantung pada potensi anak. Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut menjelaskan, potensi anak itu berkaitan dengan tiga aspek. Yaitu, kognitif yang berhubungan dengan proses berpikir anak, afeksi atau kebutuhan emosi, serta psikomotorik terkait dengan aktivitas anak. Tiga aspek tersebut harus diperhatikan orang tua dalam menentukan sekolah yang akan dipilih.

Anak yang memiliki kemampuan berkonsentrasi tinggi serta kondisi fisik bagus bisa disekolahkan di full day school. Tipe anak yang aktif juga cocok bersekolah di sekolah jenis full day. "Karena sekolah full day, waktu belajarnya cukup panjang. Sehingga, dibutuhkan kondisi fisik yang prima serta kemampuan konsentrasi tinggi," kata ibu satu putri itu. Tapi, sekolah jenis ini juga rawan mengakibatkan stres pada anak karena banyak aktivitas yang dilakukan dalam sehari.

Sementara itu, anak dengan kondisi fisik yang lemah serta berkarakter tertutup lebih baik dimasukkan ke sekolah reguler (regular school). Pasalnya, sekolah jenis ini tidak menguras energi buah hati. (ken/tia)