Selasa, 09 Februari 2010
 

[ Minggu, 30 Agustus 2009 ]
Bikin Pergaulan Anak Terarah
UNTUK itu, memilih sekolah harus dipertimbangkan secara matang. Itu juga yang dilakukan Irit Suseno. Irit memilih menyekolahkan putri tunggalnya di sekolah full day ketika memasuki usia sekolah dasar. Natasha Pramudita, putrinya, bersekolah di SD Daarut Taqwa kelas IV.

Pemilihan sekolah tersebut sudah didasari berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah lingkungan sosial anak bisa terkontrol. "Sekolah full day membuat pergaulan putri saya lebih terarah. Daripada di luar rumah, takutnya tidak terarah. Apalagi, saya dan istri sama-sama bekerja," ujar dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 tersebut.

Di samping itu, lanjut Irit, usia sekolah dasar merupakan usia karakter anak mulai terbentuk. "Jadi, saya tidak ingin karakter anak saya berkembang tidak baik. Karena itu, saya pilih sekolah yang berlatar agama juga," terang pria 47 tahun tersebut.

Untuk menyeimbangkan kemampuan adaptasi buah hatinya, Irit akan memilih sekolah menengah pertama (SMP) umum. Tujuannya, kemampuan bergaulnya bisa lebih luas.

Berbeda halnya dengan Hari Susanto. Hari memilih menyekolahkan kedua putrinya di sekolah reguler. Dia menerangkan, kedua putrinya membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Di samping itu, pria yang tinggal di kawasan Ngagel tersebut tidak ingin kedua buah hatinya kehilangan tanggung jawab di rumah. "Istilahnya, jadi tidak terbiasa dengan lingkungan rumah," ucap Hari. (ken/tia)