[ Jum'at, 04 Juli 2008 ]
Pakai Handsfree, Siswi Ditangkap
Untuk Terima Bocoran Ujian SNMPTN
SOLO - Gara-gara curang di pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) kemarin (3/7), ES, 16, seorang siswi diserahkan ke polisi oleh panitia ujian di SMA 1 Solo Dia tertangkap basah menggunakan ponsel lengkap dengan handsfree-nya di balik kerudung, untuk menerima bocoran jawaban SNMPTN.
Sekitar pukul 09.35, pengawas ujian di SMA Negeri 1 mencurigai ES yang menunjukan gerak gerik mencurigakan. Pengawas mendengar suara kemresek dari kepala ES, yang ditutup kerudung. Setelah didekati, ternyata peserta asal salah satu SMA di Solo ini memakai handsfree yang tersambung ke ponselnya.
Pengawas ujian pun langsung melaporkannya ke panitia lokal UNS, Poltabes Solo, dan Ketua SNM-PTN pusat. ES lantas dibawa ke ruangan khusus di SMA 1, untuk dimintai keterangannya. Setelah dugaan kecurangannya menguat, panitia pun melimpahkannya ke pihak kepolisian.
Menurut Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Moch Syamsulhadi, tindakan curang yang dilakukan ES tergolong rapi. Tapi, dia diduga belum mengecilkan suara handsfree di telinga, sehingga terdengar pengawas dan terbongkar.
"Sebelumnya pengawas tidak curiga karena dia menggunakan kerudung. Setelah diperiksa, ternyata dia pakai ponsel di balik kerudungnya. Padahal, ponsel dilarang dibawa masuk ke ruang ujian," papar Syamsul di gedung rektorat, kemarin.
ES, yang memilih kuliah di Universitas Negeri Jogjakarta itu diketahui berbuat curang ketika mengerjakan soal ujian kemampuan IPA. Begitu diketahui curang, pengawas masih memberi kesempatan ES menyelesaikan soal ujiannya. Setelah selesai mengerjakan soal, dia diserahkan ke panitia lokal SNM-PTN. "Soal yang dikerjakan pada lembar jawaban tetap kami kirimkan ke panitia pusat," terangnya.
Terbongkarnya kasus ini merupakan hasil pengawasan yang intensif selama ujian berlangsung. Sebab, selain mengandalkan pengawas, panitia lokal juga berkeliling ke tempat ujian. "Bila ada salah satu panitia atau pengawas yang terbukti terlibat, kami akan menyerahkan pada polisi. Tapi yang berbuat curang ternyata peserta sendiri," tambah Syamsul.
Terpisah, Kasat Reskrim Poltabes Solo Kompol Syarif Rahman menyatakan benar ES curang. Penyelidikan sementara, ES memakai ponsel untuk mendapat jawaban dari seseorang yang mengerjakan soal ujian di luar ruangan. Motifnya, ES membeli jawaban itu seharga Rp 7,5 juta. "Tapi, dia (ES) baru memberikan uang muka Rp 1 juta," paparnya.
Orang yang disebut ES mengerjakan soal-soal itu sudah diketahui identitasnya. Dia disebut Syarif bercimpung di dunia pendidikan. Polisi pun masih mengejar orang itu. (un/tej)