[ Minggu, 06 Juli 2008 ]
Gus Ipul Hadiri Khitan Masal
KRAKSAAN - Kalangan pesantren masih jadi sasaran sosialisasi kubu pasangan cagub-cawagub KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf). Kemarin, cawagub Saifullah Yusuf singgah di dua ponpes.
Sekitar pukul 10.30, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hadir di tengah-tengah acara khitan masal di Ponpes Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Rangkang Kraksaan. Ponpes yang diasuk KH Hafidz Aminuddin ini mengkhitan 2 ribu bocah.
Acara khitan massal dengan melibatkan 50 tim dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dan 100 perawat itu sudah mulai digeber pukul 08.00. Sebelum dikhitan, para bocah dikirab.
Di ponpes tersebut, acara khitan masal sudah jadi agenda rutin. "Ini memang kegiatan rutin setiap tahun oleh Kiai Hafidz," kata anggota penerimaan pendaftaran khitan masal Ainur Rasyid. Untuk tahun ini, lanjut Ainur, ketua panitianya langsung ditangani oleh Saifullah Yusuf. Sedangkan tahun lalu ketua pelaksananya Adjie Masaid.
Nah, kemarin, Saifullah Yusuf dan Adjie Massaid datang bersamaan. Selain itu, Ketua DPP PAN Sutrisno Bachir juga terlihat hadir di acara itu. Bahkan Sutrisno Bachir menyumbang 100 juta.
Gus Ipul dan Adjie, disambut langsung Kiai Hafidz Aminuddin, para kiai lainya dan juga para habaib di Kraksaan. Masyarakat tak kalah meriah menyambut. Ada yang berteriak-teriak, "Hidup Gus Ipul. Coblos nomor 5, hidup juga Adjie Massaid."
Selain berteriak-teriak, warga berhamburan mendatangi untuk bersalaman dan megajak foto bersama dengan Gus Ipul dan Adjie Massaid.
Beberapa menit kemudian, pembawa acara (MC) habib Umar Ababil langsung memulai acara. Dia mempersilakan kepada Saifullah Yusuf untuk naik panggung dan menyampaikan prakata panitia. "Saya panggil, raja kiai, rajanya wali, rajanya GP Ansor, calon wakil Gubenur Jatim dan saat ini menjadi ketua khitanan masal, Gus Ipul. Saya persilahkan untuk naik panggung kehormatan," pinta habib Umar langsung disambut dengan tawa dan tepuk tangan hadirin.
Dalam pidatonya, Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada keluarga pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani yang telah memberikan peluang untuk bersilaturrahim. Sekaligus memberikan kepercayaan kepadanya menjadi ketua panitia khitan massal. "Terima kasih Kiai Hafidz telah memberikan peluang bagi saya untuk jadi ketua panitia potong burung anak-anak," kata Gus Ipul sambil ketawa.
Di tengah-tengah sambutan Gus Ipul, mendadak konsentrasi hadirin terbelah. Ini karena Ketua DPP PAN Sutrisno Bachir tiba. Dalam rombongannya tampak pula Rosalina Rasyidin. "Selamat datang Pak Sutrisno Bachir, yang juga sepenuhnya mendukung saya," ucap Gus Ipul.
Berikutnya, para tamu itu didapuk menyampaikan sambutan di atas panggung. Tak ayal, Adjie Massaid, Rosalina Rasyidin, dan Sutrisno Bachir sama-sama menyampaikan harapannya kepada hadirin agar mendukung Gus Ipul dalam Pilgub Jatim 23 Juli nanti.
"Saya berasal dari darah keluarga NU. Ibu saya Aisiyah dan bapak saya asli NU. Kalau saya ketemu para kiai-kiai NU saya selalu bilang, PAN itu singkatan dari Partai Anak-anak NU. Makanya PAN itu memutuskan wakil dari pak De Karwo itu Gus Ipul, yang asli NU, bersih dan sudah berpengalaman," kata Sutrisno Bachir dalam pidatonya.
Kehadiran dirinya dalam acara ini, kata Sutrisno, karena diundang dan ingin memperkenalkan dukungannya kepada Gus Ipul sebagai kandidat yang diusung oleh PAN.
Di sisi lain, Sutrisno menyatakan tidak ingin menjadi menteri atau anggota DPR. "Tetapi kalau Presiden atau Wakil Presiden, tunggu tanggal mainnya," katanya.
Sutrisno juga mengatakan, bahwa dia tidak mau menyumbang apa-apa dalam khitanan itu. Tetapi dirinya ingin menyumbang yang berguna untuk selamanya dan akan menjadi usaha yang berkelanjutan. "Oleh karenanya, saya hanya bisa menyumbang dana 100 juta, tanpa embel apa-apa dan dengan sukarela, untuk koperasi pesantren ini. Agar dikelola menjadi berkembang. Hidup adalah perbuatan," jelas Sutrisno.
Dari Kraksaan, Gus Ipul bergeser ke Ponpes Nurul Qodim, Kalikajar di Kecamatan Paiton. Di ponpes tersebut, Gus Ipul disambut pengasuh santri putri Nurul Qodim KH Nuruddin Musyiri, pengasuh santri putera KH Abdul Jalal, pengasuh pesantren Ahlissunnah Wal jamaah Brani Maron Habib Abdul Qodir, jajaran pengasuh Zainul Anwar Alas Sumur Kraksaan KH Zaini, dan KH Hasan Sadhili dan para puluhan kiai kampung lainnya dari Kalikajar.
Di kesempatan itu, Gus Ipul minta restu dan dukungan. "Alhamdulillah kiai Nuruddin menerima, mendukung dan dan merestui saya. Tadi saya sudah mendapatkan doa bersama yang dipimpin oleh belia langsung," kata Gus Ipul.
Sedangkan menurut Kiai Nuruddin, ia mendukung Gus Ipul hanya karena membela agama, hukum syariat. Bahwa dalam Islam itu tidak boleh pemimpin perempuan. "Saya sampaikan kepada alumni pesantren Nurul Qodim, wajib ikut mendukung KarSa nanti," jelas kiai Nurddin kepada Radar Bromo.
Selain itu, kata kiai Nuruddin, pada 10 Juli nanti, Gus Ipul mau mengadakan acara istighotsah di pesantren yang diasuhnya itu. "Itu yang akan saya lakukan dan akan mengundang semua alumni dari berbagai pesantren. Biar kunjungan Gus Ipul itu berarti dan bermanfaat kepada masyarakat," katanya meyakinkan. (ain)