Kamis, 02 September 2010
 
   Radar Bojonegoro
[ Minggu, 06 Desember 2009 ]
Unggas di Kadipaten Positif Flu Burung
BOJONEGORO - Sepekan terakhir, unggas di Kelurahan Kadipaten, tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Bojonegoro banyak yang mendadak mati. ''Terutama Minggu lalu, 57 ekor angsa dan lima ekor ayam mendadak mati," kata Romadhon, warga kelurahan setempat saat ditemui di rumahnya kemarin (5/12) siang.

Dia menuturkan, ternak milik tetangganya juga mendadak ikut mati. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro. ''Takut kalau ada penyakit flu burung," kata pria yang bekerja sebagai satpam tersebut.

Romadhon awalnya tidak menduga ada penyebaran flu burung. Sebab, puluhan unggas miliknya yang mati langsung dibakar secara masal. Dia juga belum berpikir melaporkan kematian unggasnya ke dinas peternakan dan pertanian setempat. ''Namun saat unggas milik tetangga banyak yang mati mendadak, saya dan warga memiliki inisiatif untuk melaporkan ke dinas peternakan dan pertanian," ujarnya.

Dia menambahkan, tiga hari lalu petugas dari dinas peternakan dan pertanian mendatangi lokasi ternak warga. ''Dan setelah dicek, ternyata positif flu burung," katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tukiwan Yusa membenarkan adanya penyebaran flu burung di pemukiman Kadipaten tersebut. ''Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata positif flu burung," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Tukiwan menjelaskan, petugas yang diterjunkan melakukan isolasi di lokasi kejadian. Mereka melakukan penyemprotan dengan menggunakan disinfektan secara langsung ke sejumlah peternakan unggas. Petugas juga memberikan penyuluhan kepada warga setempat atas penyebaran flu burung tersebut.

Tukiwan menganggap penyebaran flu burung itu sporadis. ''Di kawasan tersebut dalam pengawasan selama satu bulan," katanya. (rij)