Kamis, 02 September 2010
 
   Radar Madura
[ Jum'at, 29 Januari 2010 ]
Belum Temukan Virus Flu Burung
Dispertak Merasa Tersudut

PAMEKASAN - Sejak dikabarkannya kematian 430 unggas di Desa Pademawu Timur, Kec Pademawu membuat dinas peternakan turun gunung. Pasalnya, dinas peternakan khawatir akan terjadi penyebaran virus flu burung.

Sebagaimana diberitakan (27/01), ratusan unggas milik Syair mati mendadak di Desa Pademawu Timur. Rinciannya, 400 ekor jenis itik dan 30 ekor ayam. Unggas ini mati menyusul kematian ayam petelur milik Yuni Astutik, tetangga Syair beberapa waktu lalu yang dinyatakan positif terserang virus flu burung versi dinas peternakan.

Berdasarkan informasi itu, petugas dinas peternakan langsung ke lokasi kejadian.

Kasi Kesehatan Hewan Dispertak Kadarwati membenarkan pihaknya langsung turun ke TKP. Namun, dia mengaku tidak menemukan bangkai unggas yang diduga mati mendadak. Sebab, kejadian tersebut terjadi 16 hari yang lalu.

"Kita tidak bisa memeriksa. Sebab bangkainya saja tidak ada. Ternyata, kejadian itu sudah lama dan baru memberitahukan kepada wartawan beberapa waktu lalu," sergahnya.

Apa ada yang terserang virus flu burung? Dia tidak bisa memastikan karena bangkai ayam tidak ditemukan untuk diperiksa setara visum hewan. Menurutnya, tiap ada kejadian, pihaknya langsung melakukan tindakan dan terjun langsung ke lapangan.

"Kalau memang ada kejadian, kami langsung ke TKP (tempat kejadian perkara)," ujarnya. (bus/abe/fiq)