[ Jum'at, 30 Juli 2010 ]
Warning Isu Provokatif
PABIAN-KPU Sumenep tidak ingin kecolongan dengan berbagai upaya penggagalan Pemilukada Sumenep putaran kedua 10 Agustus mendatang. Penyelenggara pemilu ini, mewarning masyarakat supaya tidak termakan isu provokatif yang muncul beberapa hari terakhir.
Ketua KPU Sumenep Thoha Shamadi kepada wartawan mengatakan, seperti pengalaman pemilu sebelumnya, menjelang hari H pemilukada banyak isu provokatif untuk menggulingkan salah satu pasangan calon (paslon).
"Sekarang saja sudah banyak gerakan sistematis yang sudah mulai dilakukan," ujarnya usai acara sosialisasi dan deklarasi pemilukada putaran kedua di Gedung Kesenian RRI Sumenep kemarin (29/7).
Dijelaskan, gerakan sistematis tersebut antara lain melalui pesan pendek (SMS) yang mengabarkan salah satu kandidat tewas. Termasuk dana tambahan yang diajukan KPU tidak disetujui bupati. Lalu, surat suara (SS) yang diisukan hingga sekarang belum kelar.
SMS yang mengabarkan kandidat tewas, kata Thoha, sudah merebak di tengah-tengah masyarakat terutama yang memiliki handphone.
Dia berharap, masyarakat tidak termakan isu yang tidak jelas. Sehingga, pemilukada putaran kedua dapat dilaksanakan seperti yang diharapkan. "Serahkan saja semuanya pada pihak yang berwenang," harapnya.
Sementara Kapolres Sumenep AKBP Pri Hartono Eling Lelakon menegaskan, polisi akan sekuat tenaga mengamankan pemilukada putaran kedua. Kondusifitas selama tahapan pemilukada menjadi prioritas kepolisian.
"Pengamanan pemilukada akan kami prioritaskan," tegasnya. (uji/fiq)