[ Sabtu, 31 Juli 2010 ]
Terminal Bayangan Akan Diobrak-Abrik
SEMARANG--Terminal bayangan di Kota Semarang akan diobrak-abrik Pemkot. Sebab keberadaan terminal ilegal tersebut sangat merugikan.
Selain mengurangi pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah), juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Sejumlah terminal bayangan yang sudah terdata ada di pertigaan Terminal Terboyo, kawasan Terminal Mangkang, Penggaron, dan Krapyak.
Terkait penertiban, Pemkot melalui Dishubkominfo segera berkoordinasi dengan kepolisian. "Dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan kepolisian," kata Wakil Wali Kota Hendrar Prihadi di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut pria yang intim disapa Hendi ini, terminal bayangan sudah dipasangi rambu dilarang berhenti dan sebagainya. Namun, awak angkutan tetap membandel.
"Karena Dishub tidak bisa menilang, maka kami akan menggandeng polisi untuk menertibkan keberadaan terminal-terminal bayangan itu."
Terkait masalah ini, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi internal sesuai instruksi wali kota. Pekan depan, koordinasi akan dilanjutkan dengan aparat kepolisian untuk membahas teknis penertiban.
"Kami sudah meminta Dishub memetakan dan mendata, wilayah mana saja yang sudah berubah jadi kawasan terminal bayangan."
Data sementara yang masuk, terminal bayangan ada di pertigaan Terminal Terboyo, kawasan Terminal Mangkang, Penggaron, dan Krapyak.
Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang Ngargono mengatakan, adanya terminal bayangan, karena ketidaknyamanan kondisi terminal. Dia mencontohkan kondisi Terminal Terboyo yang terus-menerus terendam rob dan banjir.
Karena itu, baik awak bus maupun penumpang memilih untuk menunggu atau turun di luar terminal. "Seandainya terminal itu layak dan nyaman, pasti para penumpang dan awak bus berkenan di dalam. Yang terjadi kondisinya (Terminal Terboyo) cukup memprihatinkan. Wajar kalau pilih ngetem di luar."
Pemkot, menurutnya, musti melihat terlebih dulu alasan adanya terminal bayangan. Faktor keengganan penumpang masuk terminal, juga harus dipertimbangkan.
"Sarana dan prasarana tak memadahi, belum lagi rob, serta jalan akses masuk yang juga parah, ini perlu dilihat dulu," kata Ngargono mengkritisi Terminal Terboyo.
Kalaupun ditertibkan, Ngargono pesimistis tak akan bisa. "90 persen tak bakalan bisa diwujudkan, jika kondisi terminal tak dibangun dulu." (nag/isk)