[ Minggu, 30 November 2008 ]
UB Siapkan Museum Pendidikan
MALANG - Rencana pembangunan museum pendidikan Universitas Brawijaya (UB) akan direalisasikan tahun depan. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 5 miliar, dan akan diusulkan ke pemerintah pusat dalam APBN 2009.
"Lahan untuk pembangunan museum telah disiapkan. Luasnya sekitar satu hektare lebih, lokasinya berada di belakang gedung rektorat," kata Prof Ir Yogi Sugito, rektor Universitas Brawijaya, di sela acara gerakan aksi menanam pohon pada Jumat (28/11) lalu. Pembangunan museum diperkirakan memakan waktu lebih dari waktu satu tahun, dan ditargetkan selesai pada akhir 2010.
Yogi mengatakan pembangunan museum pendidikan menjadi program yang mendesak, karena manfaatnya juga sebagai media promosi. Hal ini karena animo kalangan pelajar SMA yang mengunjungi kampus UB. Apalagi di UB, ada beberapa fakultas yang tidak banyak diminati siswa. Seperti agrokompleks yakni pertanian dan perikanan. "Adanya museum ini diharapkan mampu mendongkrak minat para pelajar SMA yang ingin melanjutkan pendidikan," ujar guru besar pertanian ini.
Keberadaan museum ini juga menjadi guide bagi para tamu kampus. Setidaknya, para tamu tidak perlu mengelilingi lebih dari 10 fakultas itu yang bisa menghabiskan waktu. "Kalau tamu mengunjungi tiap fakultas, sangatlah melelahkan," kata dia. Ketika ada kunjungan, bisa langsung masuk museum pendidikan UB. "Jadi melihat museum pendidikan, sama dengan mengetahui dalamnya kampus UB," tegasnya.
Desain museum nantinya akan menyajikan seluruh peralatan dan teknologi yang berkenaan dengan fakultas yang ada di UB. Misalnya fakultas pertanian, maka di dalamnya akan diisi berupa peralatan untuk membajak sawah ketika musim tanam. Seperti harus ada alat luku alat yang ditarik dengan sapi atau kerbau, hingga alat itu traktor yang menggunakan mesin. Alat pemanen lainnya, seperti ani-ani atau mesin penggiling modern seperti selep dan lesung.
Sedangkan untuk fakultas perikanan akan memajang peralatan untuk menangkap ikan baik dari yang tradisional atau yang modern. Misalnya pancing dan jala. Untuk fakultas teknik, juga akan memajang alat-alat yang mendukung untuk belajar mengajar. Seperti teknik arsitektur, misalnya memajang maket rumah, gedung perkantoran dan masih banyak lagi.
Karena banyak peralatan yang harus dicari, pembangunan membutuhkan anggaran yang besar. Sebab, beberapa peralatan yang kuno, harganya juga mahal, karena barang kadang sulit dicari. "Namun, itu semua harus dicari karena itu wajib. Ini bisa memberi nilai lebih pada kampus kami, karena informasi untuk masyarakat tentang jurusan di UB tersedia di sini," terangnya. (gus/lia)