[ Sabtu, 27 Desember 2008 ]
Master Plan Lapter Ngloram Selesai
BLORA - Mastes paln atau rencana pengembangan lapangan terbang Ngloram di Desa Ngloram Kecamatan Cepu selesai. Saat ini, pemkab sedang menunggu proses pembahasan peraturan daerah untuk rencana tata ruang dan rencana tata wilayah untuk wilayah di sekitar lokasi. ''Dalam RTRW itu sudha termasuk mastes plan yang kita buat,'' kata Kepala Bagian Perekonomian pemkab Blora Sutikno Slamet, kemarin.
Dia menyebut, selain penambahan panjang landasan, pengembangan yang direncanakan juga meliputi sarana pendukung di sekitar lapangan terbang. Hanya, Sutikno belum mau menyebutkan berapa hektar lahan yang diperlukan untuk pengembangan tersebut. Lahan di sekitar lapangan terbang, saat ini sebagian besar masih dihuni warga. Namun, statusnya adalah lahan milik lapangan terbang yang sementara ini masih di bawah kekuasaan Pusdiklat Migas Cepu. ''Soal luasan lahan nanti saja,'' katanya.
Yang pasti, kata dia perencanaan itu sudah selesai. Karena menyangkut perencanaan secara umum, pengembangan lapangan terbang tersebut bukan hanya masuk rencana tata ruang kecamatan saja, namun sudah masuk perencanaan secara umum di kabupaten. Untuk dasar hukumnya, nanti akan dibuatkan perda. ''Saat ini bahan-baran raperda sudah disiapkan. DPRD juga menyiapkan, jadi nanti kita padukan,'' ungkapnya.
Dia sangat berharap perencanaan tersebut segera bisa direalisasikan. Karena, sebelumna pemkab sudah menyiapkan infrastruktur berupa perbaikan jalan akses masuk ke lapangan terbang tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Blora diminta segera menyelesaikan pembuatan perencanaan pengenbangan atau master plan kawasan lapangan terbang Ngloram. Hal itu merupakan hasil rapat kooridinasi pembangunan lapter Ngloram yang diadakan Pemprov Jateng. Rapat itu diikuti sejumlah instansi terkait itu salah satunya merekomendasikan kepada Pemkab Blora untuk segera menyelesaikan master plan lapter.
Sementara bupati Blora Yudhi Sancoyo berkali-kali menyatakan, ExxonMobil selaku operator Blok Cepu berkomitmen tidak membuat lapter baru untuk menunjang aktivitas produksi dan tenaga kerja. Komitmen itu ditindaklanjuti Pemkab Blora bersama Pemprov Jateng untuk mengaktifkan kembali lapter Ngloram yang sudah ada sejak tahun 1980-an. Pendanaan pembangunan Ngloram bersama Pemprov Jateng.
Selain landasan pacu aan ditambah dari sebelumnya 900 meter menjadi 1.400 meter, Pemkab Blora bakal ikut membangun berbagai infrastruktur yang mendukung lapter Ngloram. Di antaranya lampu penerangan dan peningkatan kelas jalan. Pembangunan jalan hotmix telah diselesaikan tahun ini di sejumlah desa di sekitar lapter. Selain menghubungkan pusat kota Cepu dengan Desa Ngloram, jalan tersebut juga melintasi sejumlah desa di kecamatan lain seperti Kedungtuban. Dana yang dianggarkan mencapai Rp 7,6 miliar. (ono)