Kamis, 02 September 2010
 
   Radar Malang
[ Jum'at, 23 Januari 2009 ]
Waria dan Gay Beri Kuliah FK
MALANG - Dosen bukan lagi sumber ilmu satu-satunya dalam kelas kuliah. Untuk memberikan fakta-fakta lapangan, dosen bisa mengundang kalangan non-akademisi untuk memberi kuliah. Itulah yang kemarin dilakukan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma). Guna memberikan materi kuliah psikososial, dosen mengundang kalangan waria, gay dan konselor penderita HIV/AIDS. Kedatangan dosen "luar biasa" itu membuat proses belajar lebih menyenangkan.

"Saya ini dulu sampai SMP nggak lembeng (gemulai ) lho. Saya memutuskan jadi seperti wanita karena dengan ini saya nyaman," jelas Viru Devana, sekretaris Ikatan Waria Malang (Iwama).

Eric, salah seorang anggota Igama (Ikatan Gay Malang) juga memberikan kesaksiannya soal aktivitasnya. Mulai membina rekan-rekannya hingga mengajak untuk menghindari infeksi virus HIV.

Dalam paparan keduanya, mereka selalu mengalami diskriminasi gender. Bentuknya bisa peminggiran (marginalisasi), dinomorduakan, citra buruk dan kekerasan fisik maupun psikologis. "Sulit sekali waria mencari pekerjaan. Meski sebagai manusia kami memiliki hak sama," jelas Viru yang memiliki nama asli Samsul Arifin ini.

Diterangkan dr Hardadi Airlangga SpPD, konselor CST (consultating supporting treatment) HIV/AIDS RSI Malang, masih banyak hambatan penegakan hak LGBT (lesbian, gay, bisexual dan transgender). Yang utama, lanjut Hardadi, adalah agama. "Biar mahasiswa tahu bahwa ada kelompok lain dalam masyarakat yang kondisinya seperti ini. Merekalah yang salah satunya rawan terhadap HIV/AIDS," katanya. (yos/lia)