Selasa, 09 Februari 2010
 
   Radar Madiun
[ Rabu, 04 Februari 2009 ]
Jadi PNS, Dua Caleg Mundur
MADIUN - Dua calon anggota legislatif (caleg) Kota Madiun resmi mengundurkan diri. Yakni Tatang Budi Nugroho caleg dari Partai Amanat Nasional dan drg. Ari Kuswijayanti caleg dari Partai Pemuda Indonesia nomor urut 6 dapil Manguharjo. Keduanya melayangkan surat pengunduran diri ke KPUD dengan alasan di terima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). ''Kami menerima surat pengunduran diri itu akhir Januari lalu atau setelah ada penetapan calon tetap,'' terang Agus Wiyaka Ketua KPUD Kota Madiun kemarin.

Selain Tatang Budi yang menempati nomor urut 1 dapil II Kecamatan taman, drg. Eriadi yang juga caleg PAN dari dapil Taman dinyatakan mundur karena meninggal dunia. Meski ketiganya dinyatakan mundur, menurut Agus, pihaknya tak bisa mencoret namanya. Alasannya, nama para caleg tersebut sudah di tetapkan dalam dalam calon tetap (DCT). Sehingga nantinya tetap terdaftar dalam kartu suara. ''Tidak bisa kami mencoret lantas mengubah nomor urut caleg di bawahnya,'' katanya.

Masih menurut Agus Wilayaka, jika nantinya caleg tersebut masih mendapat dukungan suara dari pemilih, maka akan dilimpahkan ke partai yang bersangkutan. Suara tersebut tetap dinyatakan sah dan digunakan untuk bilangan pembagi kursi di dapil bersangkutan. ''Suara itu akan dikembalikan k epartai untuk menentukan kursi,'' jelasnya.

Aksi mundur para caleg karena diterima PNS tersebur dikritik Handono Setijanto Dorektur Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota Madiun. Menurut Handono, langkah mengundurkan diri tersebut membuktikan sikap pragmatisme caleg dalam berpolitik. Yakni hanya untuk mencari jabatan atau pekerjaan. ''Itu bukti nyata kalau menjadi caleg itu hanya untuk cari pekerjaan. Dan kebetulan yang diterima PNS hanya dua, coba kalo yang diterima 100 orang bagaimana. Pasti semua akan muncur juga,'' kritiknya.

Atas kejadian itu, Handono meminta masyarakat khususnya yang memiliki hak pilih untuk hati-hati menentukan pilihan. Sebab, saat ini banyak caleg yang maju dalam Pemilu hanya bermotivasi materiil. Yakni mencari jabatan atau pekerjaan. ''Kalau motivasinya jadi caleg seperti itu, sudah pasti kalau jadi wakil rakyat akan lupa pada konstituennya. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri,'' tandasnya. (dhy)