[ Senin, 02 Maret 2009 ]
Investor Minati Sumur Minyak Tua
BLORA - Sumur minyak tua di Blora masih diminati investor. Pemkab mendapat tawaran dari tiga investor yang berminat mengelola sumur minyak tua. Rencananya, pemkab segera melakukan memori of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan tiga investor tersebut. ''MoU akan ditandatangani di Semarang,'' ujar Kepala Dinas Pertambangan Pemkab Blora Adi Purwanto. Sayangnya, Adi Purwanto belum bersedia siapa saja investor tersebut.
MoU itu, menurut mantan Asisten I pemkab ini, masih bersifat umum. ''Intinya pemkab membuka diri bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Blora,'' tambahnya.
Di Blora, menurut dia, sesuai peta sumur minyak tua peninggaan Belanda, terdapat sekitar 500 sumur minyak tua yang belum dimanfaatkan. Sumur minyak tua yang sudah dimanfaatkan berada di wilayah Semanggi (Kecamatan Jepon) dan di wilayah Ledok (Kecamatan Jiken). ''Kerjasama yang dilakukan harus menguntungkan pemkab,'' tandasnya.
Sementara Direktur Utama PT Blora Patra Energi (BPE), Tedi Rindaryo membenarkan adanya investor yang tertarik mengelola sumur minyak tua. Dia juga nenyatakan MoU akan dilakukan di Semarang. Hanya, dia belum tahu lokasi pastinya. Disinggung soal sharing keuntungan antara pemkab dengan investor tersebut, Tedi menambahkan akan diatur dalam perjanjian kerja sama. ''Itu (sharing) akan diatur dalam perjanjian kerjsama, bukan di MoU. Prinsipnya tidak merugikan Blora,'' tandasnya.
Sedangkan bupati Blora Yudhi Sancoyo menyambut baik investor yang masuk. Dia menyebut, semakin banyak investor diharapkan semakin menambah kesejahteraan bagi warga Blora. Menurut dia, selama ini yang banyak masuk adalah investor yang mengincar pengelolaan minyak. Padahal, dia juga ingin ada investor non minyak yang juga investasi di Blora. ''Kalau investor minyak'kan padat modal, jadi tidak banyak pekerja yang diserap. Saya juga berharap ada investor padat karya agar warga Blora bisa banyak yang bekerja,'' tegasnya. (ono)