Jum'at, 03 September 2010
 
   Radar Jember
[ Rabu, 04 Maret 2009 ]
Seimbangkan Prestasi Akademik
Pengembangan bidang pendidikan memang harus seimbang antara akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Idealnya, seorang siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tapi juga softskill. Hal itu pula yang dilakukan di SD Al Irsyad Al Islamiyah Jember yang berprestasi baik di bidang mata pelajaran matematika sampai pencak silat.

Menurut Enny, Humas Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah Jember, pihak sekolah berupaya secara seimbang mengembangkan bidang akademik dan kegiatan ekstrakurikuler.

"Karena itu, siswa kami tidak hanya dituntut pandai dalam mata pelajaran, tapi juga kegiatan ekstrakurikuler, seperti melukis, mewarnai, sampai olahraga," terangnya.

Pembinaan itu sudah dimulai sejak siswa duduk di bangku TK. Misalnya, saja dua siswa TK kelompok B, Reyhan dan Dennis. Keduanya sukses meraih prestasi di bidang modelling dan melukis. Bahkan, Reyhan sudah sering berkeliling dari kota ke kota untuk mengikuti berbagai even.

"Sudah dapat piala enam belas," katanya. Sedangkan untuk Dennis, yang pandai melukis dan mewarnai malah sudah mengoleksi puluhan piala.Di tingkat pendidikan yang lebih tinggi, ada Adiba Nur Ashari yang menjadi satu-satunya wakil Jember dalam seleksi IMSO jalur B tingkat provinsi, yang baru duduk di kelas empat. Putri pasangan Tasliman dan Nurul ini mengaku, sejak kecil memang menyukai matematika.

Apalagi, kedua kakaknya juga sering mengikuti lomba matematika dan olimpiade. Bahkan, sang ibu merupakan tutor yang khusus membimbing siswa yang ingin mengikuti olimpiade. "Sejak kecil sudah sering belajar matematika dengan ibu. Terutama soal-soal matematika," terangnya.

Sukses di seleksi tingkat kabupaten, Adiba bersama empat siswa lain yang tergabung dalam grup matematika berhasil melaju ke tahap seleksi di tingkat provinsi. Jika berhasil mendapatkan nilai baik, maka dia akan mendapat kesempatan untuk melaju ke tahap pembinaan khusus yang dilakukan oleh Depdiknas.

Selain dia, masih ada dua siswa lain yang berprestasi di bidang bahasa Inggris dan pencak silat, Abid Nezar dan Haekal Aziz. Nezar yang menguasai kemampuan berbahasa Inggris, pernah menjuarai lomba spelling tingkat kabupaten, sekaligus meraih juara untuk lomba IPA kontekstual.

"Waktu itu, saya dan seorang teman diminta untuk menjawab kandungan berbagai bahan makanan," terangnya tentang lomba IPA Kontekstual yang diikuti bersama seorang temannya itu. Dengan kesenangan membaca dan mempelajari banyak hal, dia mengaku tidak kesulitan mengerjakan soal-soal itu, meski baru duduk di kelas tiga.

Berbeda dengan Nezar dan Adiba yang sukses di bidang akademik, Haekal justru sukses di bidang olahraga. Meski baru memiliki empat piala di cabang olahraga pencak silat, salah satu murid Padepokan Bina Mandala ini, sudah banyak memiliki murid. Mereka adalah rekan sekelasnya dan adik-adik kelas, yang ingin belajar pencak silat.

"Ada sekitar satu kelas yang ikut latihan," katanya. Menurut jadwal latihan yang ditetapkan setiap hari Sabtu itu, dia mengajar dua shift, yakni pukul 06.00 untuk kelas empat dan pukul 07.00 untuk kelas 2.

Enny menambahkan, Haekal diplih sebagai guru kecil bagi teman-temanya, karena dia memang memiliki bakat untuk melatih. Selain itu, dia juga dikenal hiperaktif. "Dari pada bertingkah tidak teratur, dia diberi tanggung jawab. Dengan begitu, tingkah lakunya jadi lebih terarah dan berprestasi. Tapi, selama mengajar, ya tetap ada pembina," pungkasnya. (lie)