[ Jum'at, 20 Juni 2008 ]
Inginkan Kuatnya Brand Lokal
Grafis Desainer Jogja Bentuk ADGI
JOGJA- Bersatulah para desain grafis Jogja. Begitu tampaknya yang diinginkan para desainer grafis yang mendirikan atau meresmikan ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Chapter Jogja ini. Pembentukan ADGI itu dilakukan Kamis (19/6) kemarin.
Dengan wadah ini, diharapkan mereka bisa meningkatkan harkat dan martabat desainer grafis Indonesia menjadi sebuah profesi yang bermartabat. Yakni, sebuah profesi yang dapat memberikan penghidupan layak bagi desainer dan keluarganya dan sebuah profesi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Serta, sebuah profesi yang mempunyai nilai tambah bagi industri komunikasi visual secara meluas melebar.
Acara launching ADGI itu dibarengi dengan dua kegiatan sebagai upaya untuk mendorong kreativitas desainer grafis dan mendukung tumbuhnya industri kreatif di Jogja dan sekitarnya. Dua kegiatan tersebut digelar dalam bentuk launching dan member gathering. Yang pertama, D'Edge (workshop kreatif berbasis kampus) dengan tema Profesi Desainer Grafis Membangun Kemandirian. Workshop ini menampilkan pembicara Ong Hari Wahyu (Desainer Grafis Senior), M Arief Budiman (Petakumpet) dan moderator Andika DJ (Syafa'at ADV). Acara berlangsung di Dagadu Pakuningratan. Kegiatan kedua Zoom In (untuk anggota ADGI & Umum) dengan tema The Power Branding. Pembicara dalam acara ini Danton Sihombing (Inkara/Chairman ADGI), Noor Arief (Dagadu)
Sumbo Tinarbuko, salah satu anggota advisory boards ADGI mengatakan lembaga ini digerakkan oleh orang-orang desain di Jogja. Di jajaran advisory boards ada A. Noor Arief (Direktur Utama PT. Aseli Dagadu Djokdja), 'Ong' Harry Wahyu (Desainer Grafis Senior), Sumbo Tinarbuko (Konsultan Desain) dan SY Sri Kuncoro (Director Medcom).
Sedangkan di jajaran eksekutif terdiri dari Ketua M. Arief Budiman (Director PT. Petakumpet Creative Work), Sekjen Andika Dwi Djatmiko (Direktur Syafaat Advertising) dan bendahara M. Iqbal (Direktur Rekarupa).
''Orientasi program kerja akan mengacu pada dua hal besar yakni local branding yaitu bagaimana men-support brand lokal untuk bisa tumbuh menjadi brand yang sustainable sekaligus menjadi pilot project bagi branding lokal dalam konteks yang lebih luas. Dan kedua creativepreneurship yakni memajukan budaya kreatif mandiri, mewujudkan makin banyak insan kreatif untuk menjadi enterpreneur dengan memposisikan ADGI sebagai komunitas creativepreneur dan men-support dunia akademis untuk menghasilkan lebih banyak alumni yang siap membangun perusahaan, tidak sekedar menjadi pekerja kreatif,'' tandas Sumbo. (wan)