[ Senin, 06 April 2009 ]
Programkan Tahun Kebangkitan KB
BLORA - Pemkab Blora tahun ini memrogramkan sebagai tahun kebangkitan keluarga berencana (KB). Karena itu, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang khusus menangani program KB dibentuk. ''Sejak awal 2009, sudah ada lembaga baru di Blora yang antara lain bidang tugasnya fokus pada KB. Saya kita program yang kami canangan tidak telalu berlebihan,'' ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Blora, Suryanto.
Mantan kepala kantor Pol PP dan Kesbanglinmas itu mengatakan, program KB di Blora selama ini tetap dilaksakanakan meski instansi yang membidanginya yakni Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah dihapus sejak beberapa tahun lalu. Karena dihapus, para pegawainya disebar ke beberapa instansi.
Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan penangangan program KB di Blora beberapa tahun terakhir tidak fokus. Dengan dibentuknya SKPD baru tersebut, kata dia, pegawai eks-BKKBN yang sebelumnya tersebar di beberapa instansi ditarik kembali ke BP3AKB. Mantan Camat Cepu itu menyatakan, dengan kembalinya para pegawai tersebut, pihaknya optimis pencapaian program KB di Blora akan berhasil. Sesuai program dari Pemprov Jateng, tahun ini merupakan era kebangkitan KB. ''Di Blora juga memprogramkan kebangkitan KB,'' tandasnya.
Sejak dua bulan terakhir, lanjutnya, terjadi peningkatan peserta baru KB. Di bulan Januari, peserta baru KB sebanyak 2.313 orang. Sedangkan pada bulan Februari sebanyak 2.404 orang. Hal itu, menurut dia, tidak terlepas dari mulai gencarnya sosialisasi akan arti pentingnya KB. Suryanto menyebutkan, sosialisasi itu antara lain melibatkan dinas instansi terkait, PKK, Dharma Wanita serta organisasi sosial agama seperti Muslimat NU. ''Tahun ini kami menargetkan jumlah peserta baru KB sebanyak 25.740 orang. Melihat perkembangan jumlah peserta baru sejak dua bulan terakhir, kami yakin target itu dapat terealisasi bahkan terlampaui,'' katanya.
Suryanto mengakui, sampai saat ini masih ada pasangan usia subur (PUS) yang belum ikut KB. Di bulan Februari jumlah PUS sebanyak 185.835 pasangan. PUS yang bukan peserta KB sebanyak 23.151 pasangan (12,46 %). Menurutnya PUS yang bukan peserta KB antara lain karena saat ini sedang hamil (5.231 orang) atau ingin anak segera (IAS) sebanyak 14.498 orang. ''Setelah hamil, kemungkinan mereka akan ikut KB lagi,'' tegasnya.(ono)