[ Sabtu, 25 April 2009 ]
Fosil Gajah Purba Kembali Diangkat
BLORA - Setelah bebarapa waktu lalu sebagian kecil fosil gajah purba yang ditemukan di Desa Medalem Kecamatan Kradenan diangkat dan diangkat ke museum geologi di Bandung, kemarin hal yang sama dilakukan. Hanya, penggalian yang dilakukan lebih dalam untuk mengangkat semia fosil yang masih tertanam di dalam tanah. ''Kali ini semua fosil akan diangkat,'' ujar Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Blora Pudiyatmo melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo, kemarin.
Menurut Suntoyo, selain tim geologi dari museum geologi Bandung, yang datang adalah sejumlah pejabat dari museum dan badan arkeologi. Mereka tertarik dengan temuan tersebut. Karena itu, mereka ingin datang langsung ke lokasi. Menurut sarjana karawitan ini, fosil yang ditemukan di Blora ini sangat istimewa karena utuh. Selama ini, fosil yang ditemukan hanya beberapa bagian saja. Kalau misalnya gajah ya hanya gadingnya saja. Atau kepala dan tanduk kerbau purba atau bagian-bagian kecil lainnya. ''Kalau yang kita temukan kali ini utuh sehingga bisa direkonstruksi secara bagus,'' tambahnya.
Karena tidak mempunyai biaya perawatan dan tempat penyimpanan yang representative, tambah Suntoyo, pemkab menyerahkan temuan itu ke museum geologi tersebut. Hanya, semua dokumen menyebutkan jika fosil itu ditemukan di Blora. Karena untuk merawat fosil tersebut membutuhkan dana yang besar. Sementara, anggaran dari APBD Blora tidak mencukupi untuk membiayai perawatannnya. ''Kita nanti mendapatkan replikanya untuk kira pajang di sini,'' ungkapnya.
Saat penggalian pertama, kata dia, beberapa bagian sudah diberi gip. Sehingga dimungkinkan saat diangkat fosil itu tidak rusak. Selain itu juga masih dilakukan penggalian di beberapa bagian. Bahan untuk proses penggalian dan perawatan setelahnya itulah yang menurut Suntoyo cukup besar. ''Jelas kita tidak mampu karena sebagian besar bahannya didatangkan dari luar negeri, dan itu cukup mahal,'' tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, fosil gajah jaman pra sejarah ditemukan di Dusun Sunggun Desa Medalem, Kecamatan Kradenan. Penemuan kali ini, bukan hanya satu bagian saja namun ada beberapa bagian tubuh gajah seperti kepala, tulang kaki dan beberapa fosil ain yang masih diteliti. Gajah itu Fosil itu kemungkinan hidup sekitar dua juta tahun yang lalu, masuk dalam spesies Elephant Hisudin yang saat ini mirip dengan gajah sumatra. Penggalian fosil itu dipimpin Sinung Baskoro, Kepala Seksi Dokumentasi Koleksi Musium Geologi Bandung Pusat Survei Geologi Badan Geologi Departemen ESDM. (ono)