Kamis, 02 September 2010
 
   Radar Kudus
[ Kamis, 02 September 2010 ]
Melihat Kesibukan Dishubkominfo Hadapi Lebaran
Pasang Rambu di Jalur Alternatif, Sediakan 409 Bus

Kesibukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus mulai terasa sejak beberapa hari lalu. Itu, tak lain terkait dengan persiapan menghadapi mudik Lebaran dan arus balik Lebaran. Seperti apa persiapannya?

AHMAD KHOLIL, Kudus

---

SENIN lalu (30/8), bekerja sama dengan Polres Kudus, Dishubkominfo memasang sebanyak 29 rambu-rambu lalu lintas di jalur alternatif. Tujuannya adalah untuk memberikan petunjuk bagi pemudik yang akan melewati jalur tersebut.

Putut Sri Kuncoro, kasi Lalu Lintas pada Dishubkominfo Kudus, menuturkan, rencananya, pemasangan rambu-rambu itu akan dilaksanakan pada H-10 Lebaran. Namun, karena hari itu, Dishubkominfo ada acara mendadak sehingga pemasangan rambu-rambu diajukan Senin lalu (30/8). "Rambu-rambu yang kami pasang terdiri dari penunjuk arah, baik dari Surabaya-Semarang maupun Semarang-Surabaya, termasuk juga peringatan adanya penyempitan jalan," ujarnya.

Untuk pemasangannya sendiri, menggunakan portabel agar lebih terlihat dan tahan lama. "Dalam memasangnya, kami menaruhnya ditempat-tempat yang strategis, sehingga mudah terlihat dan tidak mengganggu konsentrasi pengguna jalan saat berkendara," ungkapnya.

Rencananya, rambu-rambu tersebut akan dipasang sampai H+10 Lebaran. "Untuk pengamanan rambu-rambu agar tidak dicuri, kami menugaskan personel untuk keliling dan memantau rambu-rambu setiap harinya. Selain itu, kami berkoordinasi dengan masyarakat setempat agar ikut menjaga rambu-rambu yang telah dipasang tersebut," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, di tahun kemarin, rambu-rambu yang hilang di jalur alternatif berjumlah dua buah, dengan kerugian sekitar Rp 1 juta. "Satu rambu-rambu harganya lebih dari Rp 500.000, sehingga dua buahnya sekitar Rp 1juta," jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya pemasangan rambu-rambu ini, bisa membantu masyarakat yang mudik dan melewati jalur alternatif bisa lancar dan tanpa hambatan apapun. "Untuk jalur alternatif dari arah Semarang ke Pati, kami lewatkan dari perempatan pom bensin krawang ke utara sampai di pertigaan Desa Tanjungrejo ke kiri. Setelah itu melewati jalan di dekat jembatan Klaling yang rusak dan tembus di Balai Desa Klaling, Kecamatan Jekulo. Sedangkan dari arah Pati ke Semarang, setelah dipertigaan Desa Terban, ke kiri, nanti melewati Desa Bulung Cangkring, Sadang, Jojo, Mejobo, dan tembusnya diperempatan jalan lingkar Desa Jepang," bebernya.

      Rencananya, selain memasang rambu-rambu di jalur alternatif, dalam waktu dekat ini petugas Dishubkominfo akan melakukan razia terhadap seluruh bus di Kabupaten Kudus. "Yang jelas dalam waktu dekat ini, hal itu dimaksudkan untuk megecek kesiapan bus jelang Lebaran tahun ini," tegasnya.

Sementara itu, untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik tahun ini, Dishubkominfo Kabupaten Kudus menyiapkan sebanyak 409 armada yang akan dipergunakan pemudik pulang kampung. Hal itu disampaikan Kepala Dishubkominfo Kudus, Mas'ut, kepada Radar Kudus, kemarin.

Menurutnya, tahun ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 409 armada bus, yang terdiri dari 118 bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), 143 bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), dan 38 bus cadangan baik AKAP maupun AKDP. ''Apabila bus tersebut masih kurang, kami menyediakan bus cadangan lagi sebanyak 110, dari bus pariwisata, sehingga totalnya berjumlah 409,'' ujarnya.

Sedangkan untuk kenaikan penumpang arus mudik di Terminal Kudus, lanjutnya, diprediksi mencapai puncaknya pada H-2 dan H-1. ''Seperti pengalaman tahun sebelumnya, dari H-3 sampai H-7, arus mudik masih tidak kelihatan. Namun, pada H-2 dan H-1, arus mudik akan mengalami lonjakan besar,'' jelasnya.

Dia memprediksi, untuk kenaikan penumpang pada tahun ini mencapai 5 persen dari tahun sebelumnya. ''Tahun 2009 lalu, jumlah penumpang yang mudik sebelum Lebaran sebanyak 45.114 orang, dan pas Lebaran berjumlah 13.904 orang,'' tandasnya.

Sedangkan arus baliknya, tahun lalu mencapai 44.235 orang. ''Untuk dua tahun sebelumnya, yakni tahun 2008 dan 2009, pemudik mengalami penurunan. Namun, di tahun 2010 ini, jumlah pemudik kami prediksikan naik sekitar 5 persen dari tahun lalu,'' tegasnya.

Mas'ut menambahkan, penurunan pemudik pada tahun lalu dikarenakan banyak faktor, di antaranya, banyak sekali model transportasi yang ada saat ini, seperti kereta dan pesawat. ''Selain itu, banyak perusahaan yang sudah menyewa bus bagi karyawannya dari Jakarta menuju kekampung halamannya masing-masing,'' paparnya.

Disamping itu, pemudik saat ini lebih memilih menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi daripada memakai jasa angkutan Lebaran seperti bus, dan lainnya. ''Selain untuk keamanan, pemudik memilih memakai kendaraan pribadi dikarenakan, di zaman sekarang ini, untuk memperoleh kendaraan pribadi baik motor maupun mobil sangat mudah karena ada sistem kredit,'' ungkapnya.

Walaupun begitu, pihaknya tetap memprediksi jumlah penumpang akan mengalami kenaikan sebanyak 5 persen dari tahun sebelumnya. ''Walaupun nantinya lonjakan penumpang tidak sebanyak yang kami prediksikan, yang jelas kami sudah siap-siap untuk mengantisipasinya apabila terjadi lonjakan penumpang dengan jumlah yang cukup banyak,'' ungkapnya.

Adapun untuk mengantisipasi adanya kejahatan di sekitar terminal, pihaknya sudah menempel beberapa imbauan, seperti dilarang menerima barang maupun minuman dari siapapun, dan lain-lainnya. ''Kami juga menyiapkan posko pengaduan tarif di Terminal Induk Kudus, sehingga setiap penumpang yang merasa ditipu oleh sopir bisa mengadukannya ke posko tersebut,'' jelasnya. (*/rus)