Rabu, 10 Februari 2010
 
   Radar Bromo
[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Konflik Pasar Semampir Terus Memanas
Kepala Pasar Bantah Lakukan Pungli

KRAKSAAN - Gejolak di pasar Semampir Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, masih terus berlanjut. Kepala Pasar Sanik Sasiyanto menuding ada kepentingan besar yang dingini pihak paguyuban pedagang.

"Yang jelas, paguyuban menggoyang pihak pasar. Itu berarti jelas ada kepentingan di dalamnya. Salah satunya ingin mengelola parkir di dalam pasar. Ingin mengelola MCK (mandi, cuci, dan kakus) yang ada di dalam pasar," jelasnya.

Lebih lanjut Sanik menegaskan, saat ini, pihak paguyuban itu sudah tidak lagi membantu pemerintah kabupaten. Tapi justru mengkritisi pihak pengurus pasar dan mengajukan permohonan kepada bupati dan DPRD tanpa melihat realitas yang ada di pasar.

"Saya sudah berkali-kali menegaskan, bahwa tidak ada pungli di Pasar Semampir. Hanya orang tidak waras dan berpenyakit hati yang mengatakan bahwa di pasar ada pungli dan perampokan. Setelah sidak, ada komentar dari dewan bahwa di pasar telah terjadi perampokan. Masak, saya dibilang perampok," katanya tegas.

Sanik menilai, dewan yang sidak ke pasar semampir itu banyak yang tidak tahu realitas pasar yang sebenarnya. "Banyak dewan yang baru terpilih, lalu sidak ke pasar dan langsung komentar di media, menduga ada pungli di pasar. Itu tidak benar," katanya.

Sanik bersikukuh dirinya tidak pernah menarik pungli. "Karena semua keuangan baik penertiban izin dan uang balik nama itu telah disetorkan ke kas daerah melalui pengendalian operasional (P2O) di Dispenda," akunya.

Semua peraturan yang ada di pasar Semampir bukan dibuat oleh pihak pasar. Tetapi, dibuat oleh pemerintah Kabupaten Probolinggo. Soal desakan agar dirinya diganti sebagai kepala pasar Semampir, Sanik mengaku pasrah.

"Soal itu, saya serahkan ke pimpinan. Sebagai bawahan saya siap diperintah ke mana saja. Siap ditempatkan atau dipindah ke pasar mana saja," katanya pasrah.

Pernyataan Sanik itu langsung disangkal oleh Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Semampir (KPPPS) Kraksaan, H Fathur Rosyid. Ia menyatakan, tidak pernah merasa punya keinginan menggulingkan atau menggoyang kepala pasar.

"Permintaan pergantian kepala pasar itu adalah murni permintaan pedagang pasar, setelah pimpinan dewan dan anggota dewan melakukan sidak ke pasar Semampir. Menurut Rosyid, aspirasi pedagang itu direspons langsung oleh dewan. Sidak itu sudah menjadi dasar hukum yang kuat untuk memberi tindakan kepada kepala pasar Semampir.

Soal tudingan ingin menguasai retribusi parkir dan toilet Rosyid tidak membantah. "Soal pengelolaan parkir atau toilet, selama dimanfaatnya untuk pedagang, mengapa tidak? Itu hal yang wajar, tanpa harus menggulingkan Sanik. Permintaan pengelolaan parkir dan MCK itu, semata-mata hanya untuk kepentingan pedagang pasar. Dan itu bukan kepentingan pihak paguyuban pribadi. Saya hanya menyampaikan aspirasi pedagang pasar," akunya.

Menurut Rosyid saat ini hanya beberapa gelintir pedagang yang menghendaki kepemimpinan Sanik. "Hanya segelintir orang yang pro. Mereka itu punya kepentingan untuk mendapatkan bedak sebanyak-banyaknya di pasar Semampir," katanya.

Sebelum hal itu terjadi Rosyid berharap ada perubahan struktur di pasar Semampir sebelum bangunan baru ditempati. "Agar tidak terjadi jual beli bedak. Bagi saya, pendukung pro Sanik itu tidak ubahnya seperti pahlawan kesiangan," ujarnya.

Rosyid menambahkan, pihak paguyuban dan pedagang tetap berkomitmen Sanik harus diganti atau dipindah ke pasar lain. "Itu aspirasi warga pasar kepada Paguyuban Pasar," katanya.(ain/nyo)