Rabu, 10 Februari 2010
 
   Radar Bojonegoro
[ Selasa, 09 Februari 2010 ]
Kabid Perdagangan Diperiksa
Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Pasar Karangagung

TUBAN - Unit I Satreskrim Polres Tuban bergerak cepat mengusut indikasi kasus penyimpangan pembangunan proyek pasar Desa Karangagung, Kecamatan Palang.

Setelah Selasa (2/2) lalu turun ke lapangan untuk mengumpulkan data, kemarin (8/2), satuan ini memeriksa Kabid Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (DPP) Tuban, Budi Wiyana. Dia diperiksa dalam kapasitas selaku pejabat pembuat komitmen. Budi yang diperiksa di ruang Unit I Satreskrim selama dua jam dimulai sekitar pukul 09.30 diminta menjawab 23 pertanyaan.

Sumber terpercaya di Mapolres Tuban mengatakan, pertanyaan tersebut seputar penganggaran proyek dan hal teknis lainnya. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso menyatakan, setelah memeriksa saksi pejabat pembuat komitmen, penyidiknya akan melanjutkan pemeriksaan kepada pejabat lain yang terlibat lelang proyek.

Ditegaskan Budi, dalam pemeriksaan terhadap pejabat tersebut, penyidiknya akan mengorek mekanisme lelang proyek pasar tersebut. ''Ada informasi, rekanan yang sekarang ini menggarap pasar, nilai penawarannya berada pada urutan lima ke atas. Namun, mengapa bisa jadi pemenangnya. Ini yang akan kami gali,'' tegas mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini.

Budi lebih lanjut mengatakan, dalam penyelidikan awal tersebut, penyidik belum menyentuh masalah teknis pengerjaan proyek. Termasuk indikasi penggunaan air asin dan tidak digunakannya beton ready mix. Hal ini yang mengakibatkan sejumlah fisik bangunan retak dan mengelupas. ''Nantinya penyidikan juga akan mengarah ke sana. Untuk sementara kami mulai dari prosedur pengerjaan proyeknya,'' kata bapak dua putra ini.

Sementara itu, setelah disorot retak dan mengelupas karena diindikasi menggunakan air asin, PT Timbul Persada Tuban, pelaksana proyek langsung mengebut perbaikan terhadap proyek senilai Rp 7,6 miliar tersebut. Sampai berita ini diturunkan, perbaikan masih berlangsung.

Seperti diberitakan, proyek pembangunan Pasar Desa Karangagung, Kecamatan Palang yang baru empat bulan selesai dikerjakan mengalami kerusakan. Sejumlah dinding, lantai beton, pilar beton, dan pagarnya retak. Diduga, kerusakan tersebut akibat pembangunan proyek yang didanai APBD Tuban ini menggunakan air asin. Keretakan terbanyak pada dinding. Menurut pantauan wartawan koran ini, sebagian dinding mengalami keretakan pada kedua sisinya, yakni luar dan dalam. Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah pilar beton penyangga atap. Pilar beton penyangga atap di bagian tengah bangunan pasar, misalnya, pecah pada kedua sisinya dan dikhawatirkan patah. Bangunan berbeton lain yang juga retak adalah lantai teras toko yang berada di sisi utara pasar. Selain bangunan pasar, pagar keliling bangunan ini juga mengalami retak dan keropos. (ds)