Dok. Jawa Pos
Logo Green and Clean 2010, dengan Tema Surabaya Berwarna, Bunga Green and Clean
Surabaya, 11-Oct-2010
Jadikan Surabaya Lebih Berbunga dan Berwarna

SURABAYATarget program Green and Clean 2010 tak hanya menjadikan Surabaya hijau dan bersih. Tapi, juga men jadikan kota ini lebih berbunga dan berwarna. Itu lah nanti yang membe dakan Surabaya dengan kota-kota lain di Indonesia, bahkan mancanegara. Untuk itu, tema yang diangkat adalah Surabaya Berwarna, Bunga Green and Clean 2010.

Pesan itulah yang ditekankan saat launching program green and clean di balai kota kemarin (10/10). Surabaya Berwarna, Bunga Green and Clean 2010 dibuka Wali Kota Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Bambang Dwi Hartono, Direktur Jawa Pos Azrul Ananda, dan Managing Director PT Mataram Paint Freddy Pangkey. Launching program itu ditandai dengan membeber spanduk bersama camat, lurah, dan fasilitator se-Surabaya di Taman Surya.

Wali kota mengatakan, berbagai capaian dalam menghijaukan kota ini telah diraih. Namun, papar Risma, pemkot tak boleh berpuas diri. ”Pejabat pemkot tidak boleh memuji kota sendiri supaya merasa tidak puas,” ungkap dia. Yang penting, terang Risma, mewujudkan program itu dengan kebersamaan. Sebab, kebersamaan merupakan kata kunci kesuksesan green and clean yang tidak ditemui di kota lain. ”Kebersanaan itu men jadi roh yang tidak ditemui di kota lain,” ungkap dia. Bentuk kebersamaan itu, menurut Risma, dapat dilihat dari banyaknya pihak yang berkontribusi untuk menjadikan kota ini lebih bersih, hijau, nyaman, dan berwarna. Misalnya, media, sponsorship, pejabat pemkot, dan warga Surabaya.

Apalagi, Surabaya memiliki kans besar untuk terus berkembang. ”Banyak daerah lain yang mencontoh program itu, tapi tidak berhasil seperti Surabaya. Terima kasih terhadap camat, lurah, dan fasilitator lingkungan,” ujarnya. Wali kota juga senang atas dipilihnya tema berwarna tersebut. Itulah yang membedakan Surabaya dengan kota lain. ”Bukan tidak mung kin kita mengalahkan Singapura meskipun susah. Butuh waktu. Singapura boleh hijau. Tapi, yang beda dengan Surabaya adalah berwarna,” ucap dia. Ketua Surabaya Berwarna, Bunga Green and Clean 2010 dari Jawa Pos Erry Suharyadi mengatakan, ada tiga tujuan program itu.

Pertama,  mencari kampung yang lebih diwarnai bunga. Bukan sekadar ikon, tapi kampung tersebut juga sukses dalam pembibitan maupun memiliki beragam bunga. Kedua, mencari kampung dengan pengelolaan lingkungan terbaik. Indikator penilaiannya terkait dengan cara mereduksi sampah maupun memiliki bank sampah. Ketiga, masyarakat terdorong menghemat air. ”Itu yang baru. Jadi, cara warga memanfaatkan air menjadi faktor penilaian juga,” terang manajer pemasaran JawaPos itu. Misalnya, cara memanfaatkan air hujan untuk berbagai keperluan.

Juga, cara mengelola limbah air menjadi sesuatu yang berguna sehingga tidak terbuang sia-sia. Komposisi penilaian green and clean kali ini, 60 persen untuk reduksi sampah serta masingmasing 20 persen untuk upaya menjadikan kampung berwarna bunga dan menghemat air. Penilaian itu akan didasarkan pada inovasi yang dikembangkan oleh peserta lomba, tertib administrasi, dan progres yang dicapai. Total hadiah yang dipersembahkan tahun ini lebih besar daripada sebelumnya. Yakni, Rp 450 juta. (kit/c11/nw)

Based in Surabaya, East Java, Jawa Pos is one of the biggest newspapers in Indonesia.
Number one in readership according to Nielsen Media Research at the end of 2009.
Jawa Pos is a trendsetting and award winning newspaper, with circulation of over 400.000 copies daily.